Senin, 16 Juli 2012

PENGGUNA NARKOBA DUA PERSEN DARI JUMLAH PENDUDUK



Masal News.
Secara nasional jumlah pengguna narkoba di Indonesia 2 persen dari jumlah penduduk."Jumlah user (pengguna) dua persen dari jumlah penduduk. Jadi kalau diantara kita ada 10 orang, dua persennya ada yang pakai narkoba. Dan kebanyakan pengguna mula-mula, macam-macam bisa dekstro, ganja, belum ke pengguna yang mahal seperti shabu, heroin,"
Demikian diungkapkan ketua Umum Badan Narkotika Provinsi Jawa Barat, Dede Yusuf kepada wartawan usai peringatan Hari Anti narkoba Internasional (HANI) th 2012 di halaman Gedung Sate Bandung, Sabtu.(14/7)
Dede juga menyatakan terlalu banyaknya orang yang harus direhabilitasi karena narkoba maka tempat rehabilitasi pengguna narkoba pun harus terus dikembangkan, jika tidak maka lembaga pemasyarakatan (lapas) bisa penuh oleh pengguna narkoba.
 karena itu Pemprov Jawa Barat akan menambah panti rehabilitasi narkotika dengan mendirikannya di Kabupaten Kuningan, menyusul yang sudah ada di Lido, Kabupaten Sukabumi, dan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. tuturnya.
Sementara Drs. Dani Herdiana, M.Si Ketua Panitia acara yang juga Kabid terapi dan rehabilitasi BNP Jabar kepada wartawan Masal News, mengatakan, Alhamdulillah kegiatan ini didukung oleh BNN (badan Narkotika Nasional) dan semua stake holder yang peduli pada penanggulangan bahaya narkoba, meskipun ini merupakan hari-hari terakhir bagi BNP Jabar(Badan Narkotika Provinsi) tetapi kegiatan ini sungguh sangat meriah meskipun sederhana.
Sedangkan mengenai kegiatan yang telah dilakukan BNP Jabar Dani menyatakan, selama ini BNP Jabar telah banyak melakukan penyuluhan dan pemberdayaan kepada masyarakat, serta penguatan dan pemberdayaan guru dalam mencegah masuknya narkoba ke lingkungan sekolah, sedang upaya Desa siaga merupakan upaya BNP dalam memberdayakan masyarakat desa untuk mencegah beredarnya narkoba di pedesaan.
Mengenai penanganan masalah narkoba pasca dileburnya BNP Jabar Dani  mengatakan ” Meskipun organisasi ini akan bubar tetapi fungsinya akan tetap berjalan bisa di Dinas Sosial, Kesehatan,Biro Bansos atau membuat badan ad hoc baru”jelasnya.(Rony)


Sabtu, 14 Juli 2012

GUBERNUR JABAR BUKA COOPERATIVE FAIR KE 9.



Masal News.
Gubernur Jabar. Ahmad Heryawan membuka Cooperative Fair ke-9 Tahun 2012 di Lapangan Gasibu, Jalan Diponegoro Kota Bandung, Sabtu (14/7) siang. Kegiatan tersebut merupakan rangkaian acara peringatan Hari Koperasi ke-65 Tahun 2012 Tingkat Provinsi Jawa Barat. Menurutnya kegiatan ini sangat penting guna mendorong tumbuh kembangnya koperasi Jawa Barat. Apalagi cikal bakal perkoperasian di Indonesia dimulai di Jawa Barat, tepatnya di Kota Tasikmalaya, sebagai lokasi diselenggarakannya Kongres Koperasi ke-1 , pada tanggal 12 Juli 1947. Itu artinya, koperasi di Jawa Barat harus lebih maju dibanding di provinsi lainnya di Indonesia.

Saat ini, lanjut Heryawan, berdasarkan data Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (KUMKM) Provinsi Jawa Barat per Desember 2011, jumlah Koperasi di Jawa Barat mencapai 23.848 unit atau melonjak naik dibanding tahun 2010 yang berjumlah 22.091 unit. Sedangkan jumlah anggotanya hingga saat ini sebanyak 4.505.205 orang. Jika dibandingkan dengan jumlah total penduduk Jawa Barat saat ini, maka ada sekitar 10 persen lebih merupakan anggota koperasi. “Sangat besar potensinya,” ujarnya. Sehingga tidak heran bila kontribusi koperasi cukup nyata dalam struktur Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Barat.

Karenanya menurut Heryawan, Pemerintah, khususnya Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan keberpihakan lebih kepada pengembangan KUMKM. Tentu porsi perhatiann yang dialokasikan kepada KUMKM tidak serta merta menghambat pelaku usaha besar untuk maju. Untuk itu alangkah indahnya, bila ada kemitraan yang strategis antara pelaku KUMKM dengan usaha besar. “Tentu kerjasama saling menguntungkan antara pelaku KUMKM dengan usaha besar sesuai dengan porsi dan kemampuan masing-masing,” tuturnya. Sehingga diantara mereka ada suasana kondusif untuk saling membesarkan.

Acara cooperative fair digelar rutin setiap tahun oleh Dinas KUMKM. Pada tahun 2012 ini merupakan pelaksanaan yang ke sembilan kalinya. Peserta yang ikut dalam kegiatan ini berasal dari para pelaku UMKM, perwakilan dari sejumlah Organsiasi Perangkat Daerah (OPD) baik lingkup Provinsi Jawa Barat maupun Kabupaten/Kota. Juga turut serta sejumlah perbankan, perusahaan besar yang menjadi mitra KUMKM dan organisasi sosial kemasyarakatan. Pada kegiatan kali ini hadir Sekretaris Kementrian Koperasi dan UKM Agus Muharam, jajaran pimpinan OPD Provinsi Jawa Barat dan sejumlah tokoh perkoperasian. (Rony)

GUBERNUR LEPAS SEPEDA SANTAI KSI DAN HANI SEKALIGUS DI DUA TEMPAT



Masal News.
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, pada Sabtu (14/7) pagi, melepas dua acara sepeda santai di dua lokasi yang berbeda. Pagi itu Kota Bandung serasa dikepung oleh ratusan “goweser” yang meramaikan jalan-jalan di dalam kota. Kegiatan para pengayuh sepeda diawali dengan memeriahkan acara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-2 Komite Sepeda Indonesia (KSI) yang dimulai dari depan Gedung Merdeka Jalan Asia Afrika Kota Bandung. Rute rombongan KSI melintasi sejumlah jalan protokol dalam kota hingga menuju garis finish di  Lapangan Upakarti Soreang Kabupaten Bandung.

Dalam sambutannya saat melepas sepeda santai KSI yang mengusung tema “Spirit Bandung Menuju Indonesia Sehat Bersepeda”, Heryawan menyampaikan apresiasi atas kegiatan tersebut. Diharapkan para pesepeda yang tidak hanya berasal dari Bandung bahkan dari luar Jawa, mampu mengkampanyekan gerakan hidup sehat. Karena dengan bersepeda, beberapa manfaat diraih sekaligus. Pertama, badan menjadi sehat dan kedua menghadirkan udara bersih tanpa gas buang. Untuk itu dirinya mengimbau agar para pengambil kebijakan, baik itu Pemerintah maupun para ahli tatakota untuk memperhatikan kebutuhan para pengayuh sepeda.

“Sudah dipelopori di Kota Bandung dengan membuat jalur khusus sepeda. Namun hal itu belum cukup bila tidak didorong dengan sebuah kebijakan yang lebih luas, baik itu tataruang maupun tatakota. Jalur sepeda harus memperhatikan aspek keselamatan dan kenyamanan para pengguna sepeda. Sehingga saat kita membuat sebuah kawasan, maka jalur sepeda menjadi bagian integral dari sebuah perencanaan. Ke depan dengan cara itu, maka bersepeda mejadi alat transportasi yangd apat diandalkan yang ramah lingkungan dan menyehatkan,” jelas Heryawan.
Usai di acara KSI, Gubernur beserta rombongan menuju lokasi kedua yakni Jalan Diponegoro 22 depan Gedung Sate. Gubernur melepas ratusan pesepeda santai dalam rangka acara Peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) Tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2012. Tema yang diusung acara sepeda santai ini yakni; “Sehat Tanpa Narkoba”.
Dalam sambutannya, Heryawan menghimbau para generasi muda untuk menghindari penyalahgunaan narkoba. Bahkan dirinya menegaskan bahwa narkoba merupakan musuh bersama yang harus dilibas habis dari bumi Jawa Barat.
Menurut Heryawan dengan bersepeda diharapkan mampu menekan perilaku buruk akibat narkoba. Karena dengan membudayakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), dapat menghindari diri dari narkoba. Tentu hal tersebut perlu mendapat dukungan semua pihak agar generasi muda Jawa Barat tumbuh menjadi penerus bansga yang unggul dan sehat tanpa narkoba. “Narkoba musuh kita bersama. Harus kita berantas hingga tuntas. Persempit ruang gerak para Bandar narkoba dengan menumbuhkan kesadaran di masyarakat tentang bahaya narkoba. Gerakan ini harus masif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara dalam laporannya,  Kepala Bidang Terapi dan Rehabilitasi Badan Narkotika Provinsi (BNP) Jawa Barat Dani Herdiana menyampaikan bahwa kegiatan sepeda santai ini bertujuan untuk mengingatkan kepada masyarakat tentang bahaya narkoba dan menghimpun potensi masyarakat untuk memberantas peredaran dan penyalahgunaan Narkoba. Adapun rute yang dilalui para pesepeda santai; Jl Diponegoro-Jl Sentot Alibasyah-Jl Surapati-Jl H.Djuanda-Jl Taman Sari-Jl Siliwangi-Jl Cihampelas-Jl Wastukencana-Jl Riau-Jl Martadinata-Jl Cimanuk-Jl Cilaki dan finish di Jl Diponegoro. (Rony).

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan Tutup Porpemprov Ke VIII 2012.

Tim setda prov Jabar keluar sebagai juara umum Porpemprov ke VIII tahun 2012, tampak dalam gambar asisten kesra Aip Rivai saat menerima tropy dari Gubernur Jabar Ahmad Heryawan.




Masal News.
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menutup resmi Pekan Olahraga Pemerintah Provinsi (Porpemprov) Jawa Barat ke-8 tahun 2012 di Halaman Gedung Sate, Jl Diponegoro 22 Kota Bandung, Jumat (13/7) pagi. Hadir ribuan pegawai lingkup Pemrpov Jabar yang dibagi dalam 48 defile dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Dalam amanatnya, Heryawan menyampaikan ucapan selamat kepada para pemenang dan prestasi yang telah diraih selama mengikuti lomba. Semoga acara ini menjadi sarana mempererat persatuan dan kesatuan antar pegawai sekaligus meningkatkan kinerja pelayanan terhadap public.

“Selamat kepada para pemenang dan atas prestasi yang telah diraih semoga menjadi awal dari capaian prestasi berikutnya. Acara ini dirancang guna mempererat tali persaudaraan antar pegawai. Memunculkan sejumlah bakat dan prestasi sekaligus dapat diimplementasikand alam bentuk kinerja pelayanan yang lebih baik lagi. Ke depan acara olahraga semacam ini harus lebih gebyar lagi. Untuk itu sejumlah hadiah yang tidak hanya piala maupun piagam akan disiapkan,” tegas Heryawan disambut tepuk tangan meriah ribuan pegawai peserta penutupan Porpemprov Jabar 2012.

Lebih lanjut Heryawan mengajak semua pegawai untuk bersiap menghadapi Bulan Suci Ramadhan. Semoga di bulan yang penuh rahmat, barakah dan ampunan itu dapat dimanfaatkan sebagai bulan pelatihan menjadi jiwa yang sehat, kuat dan berkarakter juara. Gubernur pun menyampaikan salam kepada seluruh keluarga pegawai lingkup Pemprov Jabar, salam sehat dan salam sejahtera. “ Kita akan kumpulkan seluruh pagawai lingkup Pemprov Jabar yang berjumlah 18.000 an kelak di acara HUT Provinsi Jawa Barat ke-67 usai Idul Fitri,” ujarnya. Acara halal-bi halal itu diharapkan semakin mempererat sialturrahim Keluarga Besar Pemprov Jabar.(Rony)


Kamis, 12 Juli 2012

KETUA DPRD PROV JABAR LANTIK SITI DAN DADAN JADI PAW.


Masal News.
Ketua DPRD Jawa Barat  Ir Irfan Suryanegara,  melantik danmengambil sumpah jabatan Hj. Siti Aisyah Tuti Handayani, S. Sos,(FPG)  dan H. RK. Dadan SN. SP (FPKS)  menjadi anggota DPRD Barat pengganti antar Waktu. Dalam rapat paripurna Istimewa DPRD Jawa Barat yang berlangsung di Ruang sidang DPRD Provinsi Jawa Barat. Jl. Diponegoro Bandung Kamis (12/7/2012).
                Acara pelantikan  kedua anggota DPRD  pengganti antar waktu tersebut, selain dihadiri anggota DPRD JAbar juga dihadiri unsur pemerintah daerah,  Kasadam III siliwangi Kajati Jabar,pejabat Pemprov Jabar, para Rektor PTN/PTS, para Ketua Parpol serta undangan lainnya.
Dalam pengantar sidangnya, Ketua DPRD yang didampingi Wakil Ketua Drs. Uu Rukmana, M.Si dan Drs. H. Nur Supriyanto, MM menyampaikan terimakasih kepada Hj. Neneng Hasanah Yasin, S.Ked yang kini menjabat Bupati Kabupaten Bekasi dan Gaos Wahyudin  (Alm) . atas loyalitas serta dedikasinya selama menjadi Anggota DPRD Jabar dan kepada dua orang anggota yang baru dilantik Ketua DPRD menyampaikan selamat datang dan berharap keduanya dapat bekerja sama selama menjalankan tugas sebagai Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat.
              Hj. Siti Aisyah Tuti Handayani, S.Sos, M.Si dari Fraksi Partai Golongan Karya dan H. RK Dadan SN, SP dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera sebagai Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat   Keduanya dilantik berdasarkan Surat Keputusan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 161.32-417 Tahun 2012 dan Nomor 161.32-418 Tahun 2012 Tentang Peresmian Pemberhentian dan Pengangkatan Pengganti Antar Waktu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Barat.
            Hj. Siti Aisyah Tuti Handayani, S.Sos, M.Si menggantikan Hj. Neneng Hasanah Yasin, S.Ked yang terpilih menjadi Bupati Bekasi. Siti Aisyah  lahir di Bekasi 22 Juli 1979, sebelumnya merupakan Anggota DPRD Kota Bekasi Masa Bakti 2004-2009, pernah menjabat sebagai ketua KNPI Kota Bekasi periode 2007-2010, Wakil Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat Tahun 2009-2015, serta aktif di DPC Pemuda Pancasila dan PDK Kosgoro Jawa Barat.
            Sementara itu  H. RK Dadan SN, SP yang menggantikan Gaos Wahyudin (Alm), lahir di Kota Sumedang, 25 Juni 1971, sebelumnya merupakan Anggota DPRD Kota Cianjur Tahun 2004-2009, Dosen Universitas Djuanda Bogor tahun 1996-1999, dan pernah menjabat Ketua DPD PKS Kab.Cianjur Tahun 2002-2005, Ketua MPD PKS Kab.Cianjur 2005-2010, Ketua Gema Keadilan Cianjur 2008-2010 dan Wadirda LPPTKA-BKPRMI Cianjur tahun 1999-2001. (Rony)
           

STUDI BANDING PANSUS DPRD SUMUT DITERIMA KOMISI C DPRD JABAR



 Masal News.
Komisi C DPRD Provinsi Jawa Barat menerima kunjungan kerja Tim Panitia Khusus (Pansus) DPRD Sumatera Utara ( Sumut) yang kini tengah menyusun rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.
          Tujuan Pansus DPRD Sumut ke Provinsi Jabar. diantara ingin meminta masukan ,  penerapan dan ketetapan serta jenis pajak dan retribusi yang dapat ditarik.  Hal ini karena Provinsi Jabar sudah memiliki Perda No.14 tahun 2011 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.
          Demikian dikatakan Ketua Komisi C DPRD Jabar Hj. Diah Nurwitasari kepada LICOM saat ditemui usai menerima kunjungan Pansus DPRD Jabar, Kamis, (12/7/2012).
          Rombongan Pansus DPRD Sumut yang berjumlah 15 anggota didampingi OPD Sumut dipimpin oleh Ketua Pansus Muslih Tampubolon yang juga Ketua Komisi C. Turut mendampingi Diah Nurwitasari, Sekretaris Komisi C H. Arsyad Ardiansyah dan beberapa anggota.
          Dikatakan, dibuatnya Perda No.14 tahun 2011 merupakan dampak dari diberlakukannya undang undang no 28 tahun 2009 tentang pajak daerah dan retribusi daerah. Dalam undang undang tersebut, mengatur tentang adanya pajak dan retribusi yang dulu ditarik oleh Provinsi kini ditarik oleh Kabupaten/kota, sehingga berdampak terhadap penghasilan PAD.
          Sementara itu,  Muslih Tampubolon mengatakan, di provinsi Sumut sampai saat ini belum memiliki Perda tentang Pajak Daerah dan Retribusi daerah. Untuk itu, dalam rangka menyusun Raperda tentang Pajak daerah dan retribusi daerah. maka kami melakukan kunjungan kerja ke DPRD Jabar.
         Kita (Pansus) ingin mengetahui. Sejauh mana penerapan Perda terhadap wilayah diprovinsi Jawa barat juga terhadap peningkatan PAD. Selain itu, kita juga ingin mengetahui pajak dan retribusi apa saja yang dapat  ditarik dari masyarakat oleh Provinsi jawa barat untuk peningkatan PAD dalam mendukung pembiayaan pembangunan. 
         Saat ditanya, kenapa dipilih provinsi Jabar sebagai tempat study banding ?..., menurut Muslih, dipilihnya Jabar karena ada beberapa pendekatan dan kesamaan kriteria dengan Sumut. Diantaranya, PAD dan APBD Jabar dan Sumut angkanya tidak begitu jauh berbeda.  Juga dari demografi, jumlah penduduk , potensi yang dimiliki juga tidak jauh beda. ujarnya. (Rony)