Sabtu, 17 Agustus 2013

Peringatan HUT RI Tingkat Provinsi Jabar


BANDUNG -- Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menegaskan dirinya bersama Wakil Gubernur Deddy Mizwar dan seluruh stakeholder akan terus meningkatkan kualitas pembangunan dari periode sebelumnya. Tentu program yang dilaksanakan pada periode 2013-2018 lebih fokus mengedepankan  efektivitas, efesien dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat Jawa Barat.
Pada kesempatan tersebut, Heryawan menyampaikan selamat Hari Idul Fitri 1 Syawal 1434 Hijriyah kepada seluruh kaum muslimin dan muslimat di seluruh Jawa Barat. "Kita jadikan momen Idul Fitri dan peringatan Proklamasi Kemerdekaan RI sebagai hari kemenangan sekaligus menyongsong Jawa Barat yang lebih maju dan sejahtera," tegasnya.
Hal itu diucapkan Heryawan saat memberi sambutan sebagai Inspektur Upacara pada  Puncak Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-68 Republik Indonesia Tingkat Ibukota Provinsi Jawa Barat, di Lapangan Gasibu, Kota Bandung, Sabtu (17/8) pagi. Hadir jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Jawa Barat, FKPD Kota Bandung, para mantan Gubernur/Wakil Gubernur, para veteran dan keluarga pejuang serta sesepuh Jawa Barat.
Dengan tema HUT RI ke-68 , "Mari Kita Jaga Stabilitas Politik dan Pertumbuhan Ekonomi Kita, Guna Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat", yang juga sejalan dengan Visi Jawa Barat tahun 2013-2018, yakni "Jawa Barat Maju dan Sejahtera Untuk Semua". Diharapkan dapat menjadi dasar bagi percepatan kemajuan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Jawa Barat.
Sepanjang kurun 2008-2012, Pemprov Jabar berhasil mencetak prestasi yang luar biasa. Sebanyak 98 penghargaan diraih. Dan khusus untuk tahun 2013, sudah meraih 14 penghargaan. Diantaranya 2 kali berturut-turut meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI. Dan yang terakhir pada tanggal 14 Agustus lalu, Gubernur Jawa Barat mendapat Lencana Melati Pramuka dari Presiden Republik Indonesia.
"Semua prestasi yang sudah diraih tentu harus kita syukuri bersama sebagai persembahan prestasi seluruh masyarakat Jawa Barat. Untuk itu saya sampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pemangku kepentingan pembangunan. Khususnya kepada DPRD Provinsi Jawa Barat atas dukungan yang telah diberikan," tandas Heryawan.
Selanjutnya, Heryawan mengingatkan agar semua raihan dan prestasi tidak menjadikan kita terlena. Karena ke depan, tantangan semakin kompleks, berat dan terkait dengan pengaruh globalisasi. Khususnya saat menghadapi Pergaulan Ekonomi Regional Asean atau Asean Community 2015 dan Asean-China Free Trade Area. "Kita harus siap dan bersiap diri guna membawa Jawa Barat yang lebih baik dan unggul di kancah Internasional," pungkasnya.***

Heryawan Kutuk Pembantaian Rakyat Mesir


Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan meminta masyarakat Indonesia mengutuk kejahatan kemanusiaan yang terjadi di Mesir. Menurutnya apa yang terjadi di Mesir harus segera dihentikan karena sudah diluar batas perikemanusiaan dan sebuah pelanggaran hak asasi manusia (HAM) berat. Apalagi bangsa Indonesia punya hubungan historis dan emosional kuat dengan Mesir. Dimana Bangsa dan Negara Mesir adalah yang pertama mengakui kemerdekaan Negara Indonesia tahun 1945.
"Masyarakat Indonesia apapun ideologinya, apapun agamanya harus mengutuk keras apa yang terjadi di Mesir. Karena saat ini telah terjadi pelanggaran dan kejahatan kemanusiaan. Kita harus hentikan dan kita serukan ke seluruh dunia agar pembantaian manusia di Mesir harus dihentikan," tegas Heryawan saat berorasi di hadapan ratusan massa di Lapangan Gasibu, Kota Bandung, Jumat (16/8) siang.
Indonesia lanjut Heryawan merupakan Negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia. Sudah sepantasnya menjadi yang terdepan mengutuk tindakan biadab terhadap rakyat Mesir. Apalagi ini bukan semata solidaritas se- agama tapi lebih dari itu, karena yang dihancurkan bukan hanya umat beragama tapi hancurnya nilai kemanusiaan.
"Kita tidak dalam koridor agama apalagi latar belakang politik dan ideologi. Ini perjuangan menentang penindasan kemanusiaan. Semua harus merapatkan barisan mengutuk kejahatan kemanusiaan dan pembantaian sadis atas masyarakat yang sedang memperjuangkan hak dan kebenaran atas sebuah proses demokratis," ungkap Heryawan di atas panggung mobil bak terbuka, didampingi istri, Netty Prasetiyani.
Sudah tentu, lanjut Heryawan, dalam konteks Jawa Barat, yang memiliki penduduk terbesar dan juga jumlah muslim terbesar di Indonesia. Sepantasnya menjadi terdepan mengutuk kejahatan kemanusiaan yang terjadi di Mesir. " Sebagai bangsa juga Negara, maka masyarakat Indonesia punya hutang budi terhadap Bangsa Mesir. Sudah sepantasnya kita bayar tunai dengan mengutuk dan menyerukan penghentian aksi pembantaian masyarakat Mesir," tandasnya.***

Heryawan Lepas 30 Pemuda "Indonesia Bangun Desa"




BANDUNG -- Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan melepas 30 peserta program Indonesia Bangun Desa (IBD) tahun 2013 di Gedung Negara Pakuan, Jl Otto Iskandardinata No 1, Kota Bandung, Beberapa waktu lalu. Para peserta itu sebelumnya menempuh pendidikan dan pelatihan selama 3 bulan. Selanjutnya mereka akan ditempatkan di sejumlah lokasi selama 9 bulan. Diharapkan mereka menjadi lokomotif penggerak kemajuan dan perubahan di desa.
"Para peserta IBD diharapkan mampu mengimplementasikan berbagai hal yang sudah diterima selama pelatihan. Karena sesungguhnya setelah pelatihan akan diuji kemampuannya di lapangan. Dengan mengajak masyarakat untuk aktif membangun dan mengembangkan potensi di desanya masing-masing. Khususnya bidang pertanian," tegas Heryawan saat memberikan wejangannya.
Lebih lanjut Heryawan menyatakan jika inginkan Indonesia yang maju maka harus dimulai dengan membangun desa. Apabila kawasan perdesaan maju dan memiliki peradaban yang tinggi serta SDM yang berdaya saing, maka sama dengan membangun Indonesia secara keseluruhan. "Dengan desa yang maju maka semakin memperkuat ketahanan pangan, ketahanan ekonomi dan sosial di kawasan tersebut," ujarnya.
Sementara itu, Bachtiar Firdaus, selaku Direktur Yayasan Bina Desa Indonesia, menyatakan program IDB yang dikembangkannya berlangsung selama 1 tahun. Diawali dengan pelatihan selama 3 bulan di Ciomas Bogor sejak Mei hingga Juli lalu dan praktek penempatan selama 9 bulan ke depan. "Namun sesungguhnya, perjuangan baru dimulai saat mereka dituntut menjadi agropreneur muda di desanya masing-masing," katanya.
IBD lanjut Bachtiar adalah program perintis beasiswa Agropreneur yang bergerak di bidang pertanian terpadu. Melalui beasiswa yang dikucurkannya, para peserta yang terpilih akan menjalani sejumlah pelatihan. Baik teknis pertanian terpadu maupun sisi pengembangan bisnisnya. Selanjutnya usai pelatihan, para peserta akan ditempatkan untuk bersama masyarakat mengembangkan potensi ekonominya.
Intinya program IBD bertujuan membina dan mencetak para pemuda untuk menjadi pengusaha bidang pertanian terpadu atau Agropreneur. Hal itu penting dilakukan mengingat Indonesia memiliki kekayaan sumberdaya alam melimpah, khususnya di kawasan perdesaan. Selama ini potensi yang ada masih belum optimal dimanfaatkan. "Pertanian menjadi fokus garapan," tambah Bachtiar.
Untuk itu Heryawan sangat mendukung dan memberikan apresiasi tinggi dengan adanya program IDB ini. Diharapkan lahir sejumlah pengusaha muda yang tangguh, berkarakter dan memiliki kemampuan wirausaha berkelas dunia. Apalagi proses rekrutmen program ini sangat selektif. "Dari ratusan yang mendaftar hanya 30 saja yang terpilih. Ini adalah harapan kita semua dalam membangun desa," ungkapnya.***