Kamis, 12 Juni 2014

Rapat Forkominda, Gubernur Canangkan Jabar Aman dan Sukses





BANDUNG --  Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) mencanangkan Jabar Aman dan Sukses dalam segala bidang kehidupan yang menitikberatkan pada persoalan diantaranya: Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) 2014, konflik SARA, kejahatan seksual terhadap anak dan perempuan, kebutuhan pangan serta lingkungan.

Hal ini dicanangkan Aher pada Rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) 2014 pada Rabu (11/6) di Embassy Room, Hotel Savoy Homan. Rapat ini merupakan bentuk konsolidasi untuk mewujudkan ketenteraman dan ketertiban masyarakat Jawa Barat.

Gubernur lebih lanjut mengatakan, Provinsi Jawa Barat siap untuk Pilpres 2014. "Dengan kondusifnya keamanan dan ketertiban di Jawa Barat, maka kami (Provinsi Jawa Barat) siap untuk menggelar Pemilihan Umum Presiden 2014 mendatang," jelas Gubernur. 

Persoalan lain mengenai konflik SARA, Gubernur mengatakan Jawa Barat selalu mengedepankan penyelesaian melalui komunikasi persuasif dan jalur hukum formal yang sesuai dengan aturan dan undang-undang yang berlaku tanpa tindakan main hakim sendiri. 
"Untuk itu, saling mengijinkan dan melindungi antarsesama umat beragama serta memberikan kebebasan beribadah sesuai dengan kepercayaan masing-masing umat terimplementasi dalam ketersedian rumah ibadah," pungkasnya.

Dalam hal kejahatan seksual terhadap anak dan perempuan, menurut Aher, ini terus diupayakan trauma healling atau pemulihan trauma terhadap korban melalui bimbingan psikologis dengan tujuan untuk melindungi masa depan korban. 

Menurut Gubernur, persoalan kejahatan seksual terhadap anak muncul akibat konflik keluarga dan kurangnya perhatian orang tua. Korban kejahatan anak muncul karena orang tua yang bercerai, orang tua yang bekerja ke luar negeri, orang tua yang sering bertengkar serta kekerasan terhadap anak, terang Gubernur.

Pada kesempatan itu, Gubernur menginstrusikan jajarannya melalui Dinas Perdagangan dan Pertanian seluruh Jawa Barat untuk memantau kebutuhan serta ketersediaan pangan agar terus memadai. Gubernur menambahkan agar pemerintah pusat tidak mengimpor kebutuhan pangan seperti cabai, beras, dan daging karena hal tersebut akan menyulitkan petani dan peternak kita.

Sementara persoalan lingkungan, Jawa Barat fokus pada penanganan pencemaran lingkungan karena limbah. Pengelolaan limbah serta penegakkan hukum terhadap perusak lingkungan harus dilakukan dan masyarakat dihimbau agar memperbaiki perilakunya terhadap lingkungan.

Rapat koordinasi yang digelar pada 10-11 Juni 2014 ini dibuka secara resmi oleh Gubernur Jawa Barat dan dihadiri oleh 100 peserta. Peserta rapat berasal dari anggota Forkopimda yaitu wali kota dan bupati, anggota DPRD, kepala badan dan dinas, kejaksaan, pengadilan dan kepolisian serta unsur TNI di Jawa Barat.

Rapat koordinasi dengan tema Jabar Aman dan Sukes ini dihadiri oleh Sekretaris Kementerian Politik dan Hukum RI Langgeng Sulistyono, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar serta perwakilan kejaksaan, kepolisian, dan pengadilan tinggi di Jawa Barat.


Wagub Apresiasi Gerakan Sejuta Data Budaya




Bandung – Wakil Gubernur Jawa Barat  Deddy Mizwar mendukung penuh Gerakan Sejuta Data Budaya (GSDB), yang di-launching di Saung Angklung Udjo, Jl. Padasuka no.118 Bandung, pada Senin (09/06).

Menurutnya, data budaya itu diperlukan dalam pengembangan dan pemanfaatan budaya yang ada, sehingga dapat diserap optimal pada kehidupan sehari-hari.

“Kita masih terpaku pada mengagumi warisan budaya nenek moyang saja, tetapi belum tahu manfaatnya bagi kehidupan. Supaya apa? Itulah cara kita menghargai budaya warisan nenek moyang kita," tutur Deddy dalam sambutannya.

Deddy mengatakan bahwa pemerintah provinsi juga akan terus menggalakkan pengembangan budaya, seperti pada event pasanggiri, atau kompetisi seni tari, musik, dan teater yang diselenggarakan dalam menyambut Hari Jadi Jawa Barat ke-69 mendatang.

“Saya pikir ini luar biasa. Disparbud juga perlu bekerja sama," ungkapnya lagi.

Launching ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, Drs. Nunung Sobari, MM., Ketua GSDB, Goris Mustaqim, Presiden Bandung Fe Institute, Hokky Situngkir, dan Generasi ke-2 Saung Angklung Udjo, Opick Udjo.



Gubernur: Pemprov dan DPRD Harus Kompak





BANDUNG – Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher) menghimbau para anggota DPRD untuk fokus terhadap kesejahteraan masyarakat Jawa Barat. Ini diutarakannya dalam silaturahmi bersama anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat terpilih masa bakti 2014-2019 di KPU Jawa Barat, Senin (9/6).

Menurut Gubernur, negara harus fokus dan bekerja untuk membangun kesejahteraan masyarakat dalam berbagai aspek. Adanya ketimpangan dalam sendi-sendi kehidupan masyarakat membuat rakyat menjadi sulit untuk mengakses segala kebutuhan, baik kebutuhan hukum, ekonomi, sosial serta keamanan.

Menurutnya, Keadilan dalam berbagai bidang kehidupan akan menciptakan masyarakat yang aman dan sejahtera. “Keadilan yang sesungguhnya yaitu membangun bersama dan berhasil memberikan kesejahteraan kepada rakyat”, jelas Aher.

Pada Pemilihan Umum legislatif 9 April lalu, di Jawa Barat terdapat 10 daerah pemilihan. Sementara anggota terpilih DPRD Jawa Barat masa bakti 2014-2019 berjumlah 100 anggota.

Gubernur berharap Pemerintah Provinsi dan DPRD dapat kompak dan satu pemikiran untuk memajukan Jawa Barat melalui aspirasi yang disampaikan masyarakat. Aher menambahkan sinkronisasi antara program Pemprov dan Pemerintah Kabupaten/Kota akan mampu mempercepat tujuan negara, sehingga kesejahteraan dan hadirnya rasa aman untuk masyarakat akan tercipta.***

AKSES KEADILAN MUDAH UNTUK KESEJAHTERAAN MASYARAKAT




 BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengungkapkan bahwa hukum yang berkeadilan serta dapat diakses untuk semua kalangan masyarakat harus menjadi bagian proses penegakkan hukum. Ini disampaikannya pada acara pisah-sambut Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Senin (9/6).
 Ahmad Heryawan (Aher) menitikberatkan pada proses keadilan yang mudah diakses. Hal ini dapat menjadi proses terciptanya rasa aman dan pembangunan kesejateraan masyarakat, yang merupakan tujuan dari sebuah Negara.
 Untuk itu, bukan hanya keadilan di bidang hukum, keadilan ekonomi pun dapat tercipta apabila pemerintah bersama aparat penegak hukum dan sosial memberikan keleluasaaan kepada masyarakat untuk kemudahan akses tersebut.
 Gubernur menambahkan pengungkapkan kasus atau penyimpangan harus bisa terungkap di dunia. “Penyimpangan harus bisa terungkap di dunia. Kejaksaan, Pengadilan, Kepolisian harus menjadi bagian dari pengungkap itu”, tegas Ahmad.
 Acara yang berlangsung di Sasana R Soeprapto, Kejaksaaan Tinggi Jawa Barat ini, merupakan serah terima jabatan Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat yang baru, Feri Wibisono, S.H., M.H., CN dari Kejati sebelumnya Joko Subagyo, S.H., M.H yang mengemban jabatan sebagai Kejati Jawa Barat selama 8 bulan.***

GUBERNUR: MORAL DAN KEARIFAN LOKAL SEBAGAI LANDASAN PENDIDIKAN



BANDUNG – Pembentukan moral harus menjadi landasan pada setiap penyelenggaraan pendidikan. Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) menegaskan hal tersebut saat menerima komunitas pendidikan di Jawa Barat pada Senin (9/6) di Gedung Pakuan.  
 Dengan masih maraknya pornografi, menurut Aher, penyelenggara pendidikan harus memberikan keteladanan dan menanamkan moral sebagai bagian dari proses pendidikan di masyarakat. Gubernur juga menekankan perlunya kearifan lokal untuk setiap tahapan pendidikan. Hal tersebut untuk lebih dapat menciptakan manusia yang berakhlak dan cinta akan daerahnya.
 Selain moral dan kearifan lokal, peserta pendidikan juga harus mendapatkan pelajaran dan pengetahuan yang lebih bersifat aplikatif. “Pelajaran Kewirausahaan harus diberikan langsung oleh pelaku usaha, bukan guru yang memberikannya,” ungkap Aher.
 Pada pertemuan yang diikuti oleh Dewan Pendidikan Jawa Barat, Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS), Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jawa Barat, Tripartit Pendidikan Kejuruan, Badan Akreditasi Provinsi (BAP) Sekolah dan Madrasah, Gubernur juga berpesan agar setiap anggota komunitas memiliki ketaatan pada aturan komunitasnya, sehingga tercipta jiwa saling memiliki terhadap komunitas profesinya.***

AHER TERIMA SATYALANCANA WIRA KARYA BIDANG SDM, PERTANIAN DAN NELAYAN


MALANG -- Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) menerima penghargaan Satyalencana Wira Karya Bidang Sumber Daya Alam, Pertanian dan Nelayan yang disematkan langsung oleh Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono pada Pekan Nasional Petani Nelayan XIV Tahun 2014 di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen Malang Jawa Timur, Sabtu (7/6) sore.

Anugerah tersebut diterima Aher sebagai bentuk penghargaan terhadap jasa-jasa serta dharma bakti yang besar terhadap Negara dan Bangsa Indonesia sehingga dapat dijadikan teladan bagi orang lain serta telah berhasil mensukseskan program yang berkaitan dengan pengembangan sektor pertanian dan perikanan. 

Ini adalah kali keempat Aher mendapatkan Satyalancana Wira Karya selama menjabat menjadi Gubernur Jawa Barat. Sebelumnya Aher telah menerima Satyalancana Wira Karya dalam bidang UKM, Keluarga Berencana dan Kependudukan, Bidang Sosial. Dan saat ini beliau menerima penghargaan dalam bidang Pertanian dan Perikanan.

Aher mengatakan hal ini bermakna penghargaan tertinggi di bidangnya, bersyukur atasnya walau mendapatkan penghargaan bukan target akhirnya.

“Ya kita bersyukur, karena sering kali kita mengatakan bahwa kita membuat program mengenai program pertanian, program apa saja kan tidak didedikasikan untuk mendapatkan penghargaan kan? tapi jika program tersebut dipandang dan dinilai berhasil kemudian kita mendapatkan penghargaan, apalagi Satyalencana dari presiden langsung ya tentu kita sangat bersyukur. Mudah mudahan ini menjadi motivasi untuk lebih berprestasi lagi khususnya dalam bidang pertanian,” ungkap Aher. 


Selain Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono juga menyerahkan penghargaan Satyalancana Pembangunan dan Satyalancana Wira Karya kepada 40 penerima lainnya yang terdiri dari petani dan kepala daerah.