Jumat, 04 Juli 2014

Pada Persit, Netty Titipkan Pentingnya Ketahanan Keluarga



BANDUNG -- Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Jawa Barat Netty Heryawan mengatakan tidak ada kemajuan sebuah bangsa tanpa adanya ketahanan keluarga dan imunitas yang kuat. Situasi dan keadaan dirumah sangat mempengaruhi perilaku seseorang dilingkungan.

Hal tersebut diungkapkan dalam acara Pembekalan Ketahanan Keluarga dalam rangka Hari Keluarga Nasional bagi Persit Kartika Chandra Kirana Pd III/Slw Tahun 2014 di Gd. Satata Sariksa Rindam III/Slw Bandung, Kamis (3/7).

Organisasi perempuan, menurut Netty, mempunyai peran penting dalam lingkup domestik dan luar domestik. “Jika perempuan berdaya dan cerdas tentu akan berdampak besar dan luas pada ketahanan keluarga dan bangunan masyarakat yang sejahtera,” lanjut Netty.

Setiap permasalahan perempuan akan menjadi masalah bangsa maka perempuan dengan kebijakan negara sangat erat hubungannya. Perempuan tidak dapat dipandang sebelah mata yang bukan saja menjadi objek pembangunan tetapi subjek pembangunan.

Di akhir sambutannya, Netty berharap dengan memahami tentang ketahanan keluarga kaum perempuan dapat menjadi center of life dalam tiap keluarga dan masyarakat. Serta dapat mempersiapkan generasi penerus bangsa yang tangguh, kuat, cerdas dan mempunyai antibodi.

Acara turut dihadiri oleh Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Pd III/Slw Eulis Dedi Kusnadi, Wakil Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Pd III/Slw Rosita Suyatno, Ka. BKKBN perwakilan Jawa Barat Siti Fathonah, anggota Persit Kartika Chandra Kirana Pd III/Slw seBandung Cimahi dan pengurus P2TP2A Jawa Barat.***



Kamis, 03 Juli 2014

Wagub Berharap Pilpres 2014 di Jabar Dijaga dengan Baik





Bandung -- Wakil Gubernur Jawa Barat (Wagub Jabar), H. Deddy Mizwar berharap Polri, khususnya Polda Jabar untuk terus  menegakan supremasi hukum terutama pengamanan pemilihan presiden (Pilpres) 2014, karena Jabar merupakan salah satu daerah yang sangat penting di Indonesia. Hal tersebut diutarakannya setelah acara Dirgahayu Bayangkara ke-68 yang dilaksanakan pada hari kamis,(1/06) bertempat di Mapolda Jabar.
“Polda Jabar dalam menghadapi pemilihan Presiden ini memikili peranan yang penting. Karena Jawa Barat penduduknya yang terbesar.  Jadi kalau ada apa-apa dengan Jawa Barat akan terjadi dilegitimasi pemilu. Karena jumlah penduduknya yang hampir 18%.” Ungkapnya
Acara yang mengusung tema “Sinergitas Polisional Proaktif Guna Mewujudkan Kamdagri Yang Mantap Dalam Rangka Sukseskan Pengamanan Pemilu 2014 dan Keberlanjutan Pembangunan Nasional” dipimpin langsung oleh Kapolda Jabar, Irjen Pol. Drs. Mochamad Iriawan, SH, MM, MH, selaku inspektur upacara. 
Turut hadir Pangdam III Siliwangi, Mayor Jenderal TNI Dedi Kusnadi Thamim serta  Ketua DPRD Jabar, Irvan Suryanagara.
Dalam Amanat Bayangkara yang disampaikan oleh kapolda menyebutkan bahwa untuk kedepannya Polisi Republik Indonsesia (Polri) untuk terus bersinergi dengan semua pemangku kepentingan, menjaga pemilu 2014 khsusunya pemilihan presiden serta terus mendukung pembangunan nasional.
Ditengah acara yang berlangsung sederhana dan khidmat, Kapolda jabar menyampaikan bahwa ini adalah peringatan bayangkara terakhirnya Karena sudah mendekati akhir masa jabatannya sebagai Polisi. Karena dalam suasana bulan Ramadhan, maka dilanjut oleh acara syukuran disore hari hingga berbuka puasa sekaligus sholat tarawih bersama.*** 



PAD Jabar 2013 Surplus 10 Persen



BANDUNG – Pendapatan daerah yang berasal dari Pendapatan Asli Daerah atau PAD provinsi Jawa Barat naik 10 persen lebih dari anggaran pendapatan yang ditetapkan.

Hal ini disampaikan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi Jawa Barat mengenai penyampaian Raperda Pertanggungjawaban dan Pelaksanaan APBD (P2APBD) di Gedung DPRD Jawa Barat, Jl. Diponegoro 22 Bandung, Senin (30/6).

Naiknya pendapatan daerah ini berkembang sesuai dengan meningkatnya potensi ekonomi daerah, sehingga realisasi PAD ini didasarkan pada semakin tumbuh dan berkembangnya perekonomian Jabar. 

"Pungutan yang bersumber dari PAD ini secara kontekstual berbasis pada pertumbuhan perekonomian masyarakat dan sangat erat kaitannya dengan perkembangan suatu daerah", ujar Gubernur dalam penyampaian nota pengantarnya.

Pendapatan daerah yang bersumber dari PAD Jabar per 31 Desember 2013 sebesar 110, 69 persen dari anggaran yang ditetapkan sebesar Rp 17,38 Triliun lebih menjadi Rp 19,23 triliun lebih. Gubernur mengatakan komponen penunjang naiknya pendapatan ini didasarkan pada pendapatan asli daerah (PAD), pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dan serta lain-lain PAD yang sah.

PAD Jabar realisasinya mencapai Rp 12,36 Triliun lebih atau sekitar 117,56 persen dari anggaran yang ditetapkan sebelumnya yaitu Rp 10,51 Triliun lebih.

Pajak daerah yang diterima Jabar pada 2013 lalu sebesar Rp 11,23 Triliun lebih atau naik 15,66 persen dari anggaran yang ditetapkan sebelumnya yaitu Rp 9,71 Triliun lebih. Sementara retribusi daerah yang diterima sebesar Rp 63,65 Milyar lebih atau naik 11,42 persen dari anggaran yang ditetapkan sebelumnya yaitu Rp 57,12 Milyar lebih.

Untuk hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, realisasinya sebesar Rp 261,60 Milyar lebih atau 99,73 persen dari anggaran yang ditetapkan sebelumnya yaitu Rp 262,31 Milyar lebih. Dan untuk penerimaan lain-lain dari PAD yang sah, penerimaannya sebesar Rp 798,70 Milyar lebih atau naik 66,53 persen dari anggaran yang ditetapkan yaitu Rp 479,62 Milyar lebih.

Sementara untuk belanja daerah, dapat direalisasikan sebesar Rp 18,39 Triliun lebih atau 91,74 persen dari alokasi anggaran sebesar Rp 20,05 Triliun lebih.

Belanja daerah ini, meliputi belanja tidak langsung dengan dana realisasi sebesar Rp 14,72 Triliun lebih atau 93,13 persen dari alokasi anggaran Rp 15,81 Triliun lebih. Untuk belanja langsung, dana yang direalisasikan sebesar Rp3,67 Triliun lebih atau 86,54 persen dari alokasi anggaran sebesar Rp 4,24 Triliun lebih.

Selasa, 24 Juni 2014

Tahun 2015, Jabar Tingkatkan Kualitas Pembangunan




 BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menyatakan tahun 2015 mendatang Provinsi Jawa Barat mempunyai tujuan meningkatkan kualitas pembangunan segala sektor untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakatnya. Hal ini diungkapkannya pada Sosialisasi Penyusunan dan Pelaksanaan APBD yang Memprioritaskan Kepentingan Publik, Selasa (24/6) di kantor Bappeda Provinsi Jawa Barat, Jl. Ir. H. Juanda 287, Bandung.
 Sesuai dengan misi Jawa Barat 2013-2018 “Jawa Barat Maju dan Sejahtera Untuk Semua”, Ahmad Heryawan (Aher) mengajak aparatur pemerintahan dan wakil rakyat untuk berkomitmen membangun Jawa Barat yang lebih baik lagi. “Kita akan membangun komitmen antara pemerintah dan DPRD untuk meningkatkan pembangunan di Jawa Barat,” ungkapnya.
 Lebih lanjut Aher menjelaskan bahwa pembangunan untuk masyarakat Jawa Barat ke depan harus terpola dan efisien. Sehingga semua sektor pembangunan termasuk pembangunan manusianya akan lebih baik dan dirasakan oleh semua kalangan.
 Saat ini, indeks pembangunan manusia Jawa Barat semakin meningkat. Salah satu indikatornya, angka partisipasi pendidikan sekolah lanjutan tingkat atas atau SMA meningkat dari 49% di tahun 2008 menjadi 73% pada tahun ini.
 Selain itu, peningkatan laju pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat terlaksana melalui 3 sektor utama, yaitu: sektor industri, perdagangan dan pariwisata, serta pertanian. Ke depan, Provinsi Jawa Barat akan tumbuh dan berkembang untuk semakin mensejahterakan rakyatnya dan maju melalui SDM-nya yang berkulitas serta dapat memanfaatkan dan mengolah sendiri SDA yang ada.
 Program Sosialisasi Penyusunan dan Pelaksanaan APBD yang Memprioritaskan Kepentingan Publik ini merupakan bagian dari kajian dan rencana penyusunan APBD Jawa Barat. Acara ini dihadiri oleh Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjajanto, Direktur Penelitian dan Pengembangan KPK Roni Dwi Susanto, Kepala Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan Mardiasmo, serta ekonom Hendri Saparini.
 Atas terlaksananya program ini, Ahmad Heryawan menyambut baik KPK yang telah menginisiasi sosialiasi ini.
“Kami menyambut baik inisiani program ini sebagai bagain dari pencegahan tindak pidana korupsi”, kata Aher.***


MB Gita Pakuan Pemprov Jabar Juara Umum Kejurnas Hamengku Buwono Cup 2014




YOGYAKARTA -- Marching Band Gita Pakuan Pemerintah Provinsi Jawa Barat berhasil menjadi Juara Umum pada Ajang Kejurnas Antarclub Drum Band/Marching Band Hamengku Buwono Cup 2014 yang digelar di Yogyakarta, Sabtu-Minggu (21-22/06). Trophy diserahkan oleh Ketua KONI DIY, Iriantoko Cahyo Dumadi, pada Minggu malam. 

MB Gita Pakuan berhasil menjuarai beberapa kategori seperti Juara 1 General Effect, Juara 1 Display & Marching Maneuvering, Juara 1 Music Analysis Horn Line, Juara 1 Music Analysis Percussion Line, Juara 1 Color Guard, Juara 1 Display Divisi Umum, Juara 2 Street Parade, Juara Umum Hamengkubuwono Cup 2014 Divisi Umum.

Selain itu, untuk penampilan solo MB Gita Pakuan pun mendapat penghargaan tertinggi Juara 1 Field Commander atas nama Heppy Grimaldi dan Juara 1 Solo Horn atas nama Fahmi Edvan.

MB Gita Pakuan mengalahkan lima peserta lainnya dari Divisi Umum HB Cup 2014 pada Lomba Street Parade (Kirab) dan Lomba Display (Unjuk Gelar). Pada kejuaraan kali ini, MB Gita Pakuan diperkuat oleh 83 orang pemain, 14 orang pelatih dan asisten, delapan orang Official.