Jumat, 25 Januari 2013

Lahan Kantor Dinas Peternakan Prov. Jabar Diperebutkan


DSC03249.JPG
Bandung, - Tanah dan lahan yang kini ditempati kantor Dinas Peternakan Provinsi Jawa Barat di Jln. Ir H. Djuanda 358 Kota Bandung, hingga kini masih menjadi lahan sengketa. Buktinya, Selasa (22/1) beberapa pihak yang mengaku ahli waris mengancam akan menduduki lahan tersebut. Berita itu pun, mengundang raksi dari jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Jawa Barat  dan aparat keamanan yang hari itu sempat menurunkan pasukannya untuk mengamankan lokasi. Seperti dari Brimob Polda Jabar sebanyak 1 SSK, Dalmas Polda Jabar 1 SSK dan Satpol PP Provinsi dua peleton serta dua peleton dari Satpol PP Kota Bandung. Bukan hanya itu, bahkan kalangan masyarakat juga terlibat membantu pengamanan.
Pantauan dari lapangan, sejak pagi hingga siang jajaran aparat berjaga-jaga lengkap dengan peralatan pelindung badan, mobil Dalmas juga waterkanon, karena diperkirakan bakal terjadi benturan fisik antara massa dari kelompok penggugat lahan dengan aparat. Namun, hingga pukul 13.00 WIb, kelompok massa yang akan melakukan aksi pendudukan tersebut tidak juga muncul ke lokasi, sehingga aksi pendudukan hari itu tidak terjadi. Akhirnya aparat keamanan pun membubarkan diri.
Kendati demikian, massa yang berjumlah kurang lebih 500 orang yang mengatasnamakan pendukung ahli waris, berhasil melakukan aksi di depan Pengadilan Negeri Bandung. Di sana mereka semapat berorasi dan menyampaikan laporan pernyataan atas status lahan yang kini milik Pemprov. Jabar tersebut. Tidak hanya di situ, massa kemudian melanjutkan aksi unjukrasa di depan Kantor DPRD Jabar Jln. Diponegoro 22 Bandung. Mereka hanya menyampaikan orasi dan tidak berhasil menemui anggota dewan.
Menurut beberapa sumber terpercaya, perkara tanah atau lahan yang kini ditempati Dinas Peternakan Provinsi Jawa Barat, dinyatakan telah mempunyai kekuatan hukum tetap (inkracht van gewijsde). Hal itu berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Bandung yang mengeluarkan Penetapan No. 10/Pdt/Eks/1998/PN.Bandung jo No. 247/Pdt/G/1998/PN Bandung tertanggal 5 Juni 2002, maka hak kepemilikan lahan yang luasnya 2.910 m2 dinyatakan menjadi milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Perkara gugatan kepemilikan lahan yang ditempati oleh Dinas Peternakan Provinsi Jawa Barat yang di klaim sebagai milik alm. Rd. Adikoesoemah, diajukan oleh ahli warisnya ke Pengadilan Negeri Bandung pada tanggal 24 Agustus 1989. Namun di Pengadilan Negeri Bandung dimentahkan, sehingga pihak penggugat mengajukan Peninjauan Kembali (PK).
Dalam amar putusan Mahkamah Agung (MA), pihak penggugat memenangkan perkara dengan putusan Nomor 444.PK/Pdt/1993 tertanggal 23 April 1997. Namun putusan tersebut tidak dapat dieksekusi (non executable), karena   ditengarai terjadi kesalahan persil dalam putusan PK tersebut. Alasan itulah yang menyebabkan  gagalnya eksekusi. Disebutkan persil yang dipermasalahkan berada di persil 46.d3 yang terletak di blok Roi Desa Cisitu, sedangkan lahan yang digunakan Dinas Peternakan Provinsi Jawa Barat berada di persil 24.d1. (Ageng)

Tim Sukses dan KPU Jabar Sepakati Jadwal Kampanye


_DSC0496.JPG
Bandung – . Tim sukses ke lima pasangan cagub dan cawagub Jabar dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat menyepakati jadwal kampanye Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2013. Kesepakatan tersebut ditetapkan dalam sebuah rapat di Sekretariat KPU Provinsi Jabar, Jalan Garut Nomor 11 Kota Bandung, setelah tim kampanye lima pasangan calon menyatakan pendapatnya bahwa jadwal kampanye dan pembagian daerah kampanye yang diajukan KPU Jabar, merupakan gagasan yang cerdas dan dibuat seadil-adilnya bagi kepentingan semua pasangan calon.
 Adapun jadwal yang diberikan adalah 7-20 Februari 2013. Pembagian daerah yang disepakati meliputi 5 bagian yaitu Jabar Barat meliputi Kota Depok, Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kabupaten Sukabumi, Kota Sukabumi dan Kabupaten Cianjur. Jabar Utara: Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Kabupaten Karawang, Kabupaten Purwakarta dan Kabupaten Subang. Jabar Tengah: Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, Kota Bandung dan Kabupaten Sumedang. Jabar Selatan: Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis dan Kota Banjar.  Jabar Timur: Kabupaten Indramayu, Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Majalengka.
 Kampanye dimulai pada Kamis (7/2) dengan penyampaian visi-misi dari 5 pasangan calon di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat. Setelah itu dilanjutkan Pawai Kampanye Damai oleh semua pasangan calon dan pemasangan alat peraga.Jadwal kampanye sendiri diawali berdasarkan nomor urut. Calon nomor urut 1. (Dikdik Muliana Arief Mansur – Cecep Nana Suryana Toyib), calon nomor urut 2. (Irianto MS. Syafiuddin – Tatang Farhanul Hakim), pasangan nomor urut 3. (Dede Yusuf Macan Effendi – Lex Laksamana), calon nomor urut 4. (Ahmad Heryawan – Deddy Mizwar), pasangan calon nomor urut 5. (Rieke Diah Pitaloka – Teten Masduki), dan seterusnya bergiliran.
Pada saat kampanye, pasangan calon juga akan disibukkan dengan debat kandidat  yang akan disiarkan langsung stasiun TV. Yakni Metro TV Jumat (8/2) malam, di Jakarta. Kompas TV pada 14 Ferbuari dan di tvOne pada hari terakhir masa kampanye, yaitu tanggal 20 Februari.Disela-sela kampanye, pasangan calon juga akan disibukkan dengan debat kandidat yang akan disiarkan langsung stasiun TV. Yakni Metro TV Jumat (8/2) malam, di Jakarta. Kompas TV pada 14 Ferbuari dan di tvOne  hari terakhir masa kampanye tanggal 20 Februari. ( Rony )

Gubernur Jabar Konvoi , Resmikan Jalan di Majalengka


 
Gubernur_Jabar_dan_Lainnya_Naik_Motor_2.jpgMajalengka – .  Prosesi peresmian jalan di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, berbeda dengan seremoni birokrasi selama ini. Peresmian tanda operasional Jl. KH Abdul Halim di pusat Majalengka ditandai dengan konvoi kendaraan sepedamotor yang dikomandani Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Rabu (23/1).
 
Konvoi yang diikuti tak kurang 200 bikers berawal dari bundaran Munjul, ujung Jl. Abdul Halim yang menjadi pintu masuk ke Majalengka, menuju Alun-alun kabupaten. Gubernur Heryawan dengan berjaket kulit memacu sepedamotor bebeknya di Jl. Abdul Halim yang kini lebar dan mulus. Sementara konvoi sepanjang 500 meter mengikutinya.
 
Konvoi bikers menghabiskan waktu sekitar 15 menit untuk menghabiskan perjalanan sepanjang sekitar enam kilometer. Warga Majalengka di kedua sisi jalan yang kini empat jalur dan dua arah ini, dengan antusias menyaksikan konvoi. Jl. Abdul Halim membentang menuju pusat kabupaten. Dengan rampungnya pembangunan jalan ini, pusat Majalengka tampak semakin rapi. Selain badan jalan mulus, kedua sisi jalan dilengkapi dengan trotoar untuk pejalan kaki. Peningkatan kualitas Jl. Abdul Halim rampung akhir 2012.
 
Gubernur Heryawan mengatakan, Abdul Halim adalah jalan yang secara administratif dimiliki Pemprov Jabar. Kondisi apik jalan sepanjang hampir enam kilometer ini dicapai berkat kerjasama yang baik antara Pemkab Majalengka dengan Pemprov Jabar. "Rampungnya Jl. Abdul Halim membuat Majalengka seperti kota modern lain. Jalan ini membuat Majalengka tampak apik," ujar Aher yang didampingi Wakil Bupati Majalengka Karna Sobahi, Sekretaris Daerah Kabupaten Indramayu Ahmad Bahtiar, dan Kasdam III Siliwangi Brigjen TNI Sudirman Kadir.
 
Sementara itu, Wakil Bupati Majalengka Karna Sobahi mengungkapkan, warga Majalengka sangat berterimakasih atas upaya Pemprov memperbaiki Jl. Abdul Halim. Sebelumnya, kondisi jalan poros ini sempit dan penuh lubang. "Dulu, masuk Majalengka langsung bertemu jalan yang sereukseuk (sempit). Sekarang jauh berbeda. Begitu masuk Majelengka, kita bertemu jalan lebar dan mulus. Jalan ini tentu menjadi kebanggaan warga Majalengka," papar Karna.
 
Selain Jl. Abdul Halim, pada hari yang sama Gubernur Heryawan juga meresmikan rampung proyek peningkatan jalan Patrol-Haurgeulis, Kab. Idramayu, Jabar. Ruas yang selesai pengerjaannya sepanjang 10 km, dari rencana 25 km. Jalan ini dibiaya antara Pemkab Indramayu, Pemrov Jabar, dan Pemerintah Pusat. ( Rony )

 
                                          Gubernur Ahmad Heryawan :
Ahmad_Heryawan.jpg  Pengobatan Korban Banjir Gratis !

Karawang – . Rapat tanggap darurat banjir sejumlah bupati/walikota yang dipimpin Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan di Karawang, Senin (21/1) siang, menghasilkan keputusan penting. Salah satunya, instruksi Aher  agar seluruh korban banjir yang dirawat inap di rumah sakit di beberapa kabupaten/kota se-Jabar, digratiskan. Begitu pula kebutuhan obat-obatan bagi korban yang cukup dirawat di pengungsian. 
 
Rapat korban banjir yang digelar di Kantor Bupati Karawang diikuti Pemkot Bekasi, Pemkab Bekasi, Pemkab Karawang, Pemkab Purwakarta, dan Pemkab Subang. Usai mendengar laporan penyebab banjir yang terjadi akhir pekan lalu, selain upaya mitigasi bencana dan antisipasi banjir susulan, Gubernur menegaskan pula sejumlah instruksi darurat.
 
Gubernur Ahmad  Heryawan menandaskan, langkah yang harus dilakukan jajaran pemerintahan sekarang yakni memastikan penanganan pengungsi berjalan baik. Sementara pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) pada Kementerian Pekerjaan Umum (PU) diminta agar secepat mungkin memperbaiki tiga tanggul sungai yang jebol. 
 
"Saya minta agar seluruh korban yang diopname digratiskan, termasuk yang tidak punya Jamkesmas. Jangan sampai ada seorangpun korban banjir yang pengobatannya tidak memadai," ujar Aher, yang didampingi Bupati Karawang Ade Swara. 
 
Aher  juga menginstruksikan kepada para bupati/walikota yang wilayahnya dilanda banjir  agar seksama dalam melakukan mitigasi bencana. Penanganan pengungsi, katanya, harus tepat. Bantuan makanan harus benar-benar terjaga kebersihan dan gizinya. "Pasokan air bersih juga perlu segera dicukupkan," imbuhnya. 
 
Jumlah pengungsi korban banjir di Kota Bekasi, Kab. Bekasi, Kab. Karawang, dan Kab. Subang mencapai ratusan ribu orang. Di Karawang saja, yang hamparan banjirnya terluas (32 kecamatan), jumlah pengungsinya 102.651 orang.
 
Masih dalam rapat tanggap darurat banjir, Gubernur  mengatakan Pemprov Jabar akan menyalurkan bantuan perbaikan rumah bagi korban yang kediamannya rusak berat. Namun, para bupati/walikota juga diminta juga membantu warganya yang rumahnya hancur  akibat banjir.
 
"Mari kita pastikan seluruh bentuk penanganan pasca banjir berjalan baik, sehingga kehidupan seluruh korban banjir segera pulih," pintanya. Gubernur  dalam tiga hari terakhir memantau langsung sejumlah titik parah bencana banjir di wilayahnya. Dia hendak memastikan penanganan pasca banjir berjalan cepat dan tepat. (Rony)

Diduga Terjadi Mark Up Anggaran Panwascam Dipotong Untuk Sewa Komputer dan Printer




Cianjur- Dalam menjelang pemilihan gubernur Jawa Barat (Pilgub Jabar), di
Kabupaten Cianjur, terjadi ribut-ribut dikalangan panitia pengawas
kecamatan (Panwascam) adanya pemotongan anggaran Panwascam se
Kabupaten Cianjur.

Pemotongan anggaran tersebut dengan dalih untuk pembelian mebeulair,
sewa komputer, dan printer sebesar Rp. 17, 5 juta setiap Panwascam. Di
Kabupaten Cainjur sendiri terdapat 32 panwascam yang tersebar di 32
wilayah kecamatan.

Dibalik itu, para ketua panwascam menilai pemotongan tersebut,
berlebihan sehingga diduga terjadi mark up yang hanya digunakan untuk
urun waktu empat bulan (November 2012 – Februari 2013) selama prores
Pilgub 2013 berlangsung.

”Kenapa untuk komputer, dan printer mesti menyewa, kenapa tidak
membeli saja,” kata salah seorang ketua Panwascam, yang dibenarkan
oleh ketua panwascam lainnya serta kesekretariatan beberapa panwascam.

Ketua Panwas Kabupaten Cianjur, Yuyun Yuniardi, ketika dihubungi,
membenarkan atas pemotongan anggaran Panwascam sebesar Rp 17, 5 juta
setiap Panwascam untuk pembelian mebeulair, sewa komputer, dan printer
yang digunakan untuk selama proses Pilgub Jabar.

“Pemotongan itu, merupakan  hasil keputusan dan musyawarah dengan para
 Panwscam. Selain itu, tidak ada pemotongan lain, memang kalau
diluaran banyak informasi  ada potongan-potongan lain,” ujar Yuyun di
ruang kerjanya, Kamis (17/1).

Namun, Yuyun, yang ketika dikonfirmasi akan buru-buru pergi menghadiri
rapat di KPU Kabupaten Cianjur itu, tidak menjelaskan, berapa besaran
anggaran untuk setiap Panwascam untuk selama berlangsungnya proses
Pilgub Jabar.

”Mengenai besarannya tergantung banyak tidaknya petugas pengawas
lapangan (PPL) yang tergantung kepada jumlah desa di setiap
panwascam,” katanya.

Secara global Yuyun menejlaskan, anggaran untuk panwas, dan 32
panwascam se Kabupaten Cianjur sebesar Rp. 7, 7 miliar yang sumber
dananya dari APBD Pemprov Jawa Barat, dan sebesar Rp 300 juta dari
APBD Kabupaten Cianjur.

Anggaran sebesar itu, sebesar 60 persen dialokasikan untuk honor ketua
panwas/ketua panwascam dan anggota, masing-masing honor ketua Rp 1
juta/bulan, anggota Rp. 850 ribu/bulan, dan PPL Rp. 750 ribu/bulan.
Sisasanya sebesar 40 persen diperuntukan operasional, dan kegiatan
lainnya.

Anggaran untuk setiap panwascam, lanjut Yuyun, langsung
didistribusikan kepada setiap panwascam untukdigunakan sesuai dengan
peruntukannya. (033)

Saksi Pasangan Paten Siap Disebar Saat Pilgub Nanti

                                           
pdi-p_54.jpg

Bandung - Sekitar 95 ribu saksi pasangan Paten (Pitaloka - Teten) Cagub dan Cawagub nomor urut 5 siap disebar untuk memantau serta mengawasi jalannya pelaksanaan Pilgub Jabar 24 Februari 2013 mendatang, para saksi tersebut telah dibekali dengan mengikuti TOT di 26 kota dan kabupaten.

Wakil Ketua tim Media center Paten, Waras Wasisto menyatakan bahwa pelatihan (TOT) bagi para saksi sudah rampung kita lakukan, terakhir para saksi di Kabupaten Bekasi telah mengikuti kegiatan tersebut hari Minggu ini.

" Seluruh saksi siap mengawal pilgub Jabar nanti,  dari mulai penyisiran DPT Pilgub sampai dengan perhitungan dan rekapitulasi suara di semua wilayah di Jabar," ujar Waras saat ditemui di DPD PDIP, Minggu (19/1).

Waras menegaskan, PDI Perjuangan menegaskan akan selalu memonitor dan mengawasi semua tahapan pemilukada dengan seksama.

" Pada intinya kami ingin pesta demokrasi ini menjadi barometer politik nasional jangan ada pihak-pihak yang mencoba mencari keuntungan ,biarlah rakyat yg menentukan siapa pemimpin jabar ke depan," paparnya.

Selain penguatan para saksi pasangan kami, pihak DPD PDIP Jabar juga saat ini tengah menggelar rakor bagi seluruh DPC PDIP, guna menguatkan kemenangan pasangan kami di Pilgub jabar. ( Rony)