Jumat, 25 Januari 2013

Saksi Pasangan Paten Siap Disebar Saat Pilgub Nanti

                                           
pdi-p_54.jpg

Bandung - Sekitar 95 ribu saksi pasangan Paten (Pitaloka - Teten) Cagub dan Cawagub nomor urut 5 siap disebar untuk memantau serta mengawasi jalannya pelaksanaan Pilgub Jabar 24 Februari 2013 mendatang, para saksi tersebut telah dibekali dengan mengikuti TOT di 26 kota dan kabupaten.

Wakil Ketua tim Media center Paten, Waras Wasisto menyatakan bahwa pelatihan (TOT) bagi para saksi sudah rampung kita lakukan, terakhir para saksi di Kabupaten Bekasi telah mengikuti kegiatan tersebut hari Minggu ini.

" Seluruh saksi siap mengawal pilgub Jabar nanti,  dari mulai penyisiran DPT Pilgub sampai dengan perhitungan dan rekapitulasi suara di semua wilayah di Jabar," ujar Waras saat ditemui di DPD PDIP, Minggu (19/1).

Waras menegaskan, PDI Perjuangan menegaskan akan selalu memonitor dan mengawasi semua tahapan pemilukada dengan seksama.

" Pada intinya kami ingin pesta demokrasi ini menjadi barometer politik nasional jangan ada pihak-pihak yang mencoba mencari keuntungan ,biarlah rakyat yg menentukan siapa pemimpin jabar ke depan," paparnya.

Selain penguatan para saksi pasangan kami, pihak DPD PDIP Jabar juga saat ini tengah menggelar rakor bagi seluruh DPC PDIP, guna menguatkan kemenangan pasangan kami di Pilgub jabar. ( Rony)

Kamis, 03 Januari 2013

Stok Beras masih aman sampai Maret 2013.


                
Masal News.
           Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Barat menghimbau kabupaten/kota agar segera melapor ke Sub Divre Bulog terkait mulai kenaikan harga beras pada awal tahun 2013.
harga beras mulai mengalami kenaikan harga sekitar 10 persen. Jadi bagi disperindag kabupaten/kota agar dihimbau untuk segera melakukan lapor ke sub divre yang ada," ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat Ferry Sofwan.

            Ferry mengatakan kenaikan harga beras di sejumlah pasar tradisional yang ada di Provinsi Jabar dikarenakan persedian di tingkat para pedagang beras mulai berkurang.
"Kenaikan harga itu terjadi karena pedagang mengalami kekurangan stok beras. Sehingga, pedagang kesulitan memenuhi permintaan beras masyarakat sehingga terjadi lonjakan harga," ungkapnya.
Kenaikan harga beras di Provinsi Jabar juga diduga akan terus terjadi karena saat ini masih tergolong musim tanam.

Harga kebutuhan pokok tersebut diprediksi akan kembali stabil saat memasuki musim panen padi pada Februari 2013
"Itu tadi, harga beras naik karena stok pedagang berkurang ,terdapat ada sisi kebutuhan pokok yang harus kita pantau" tandas Ferry.

          Pihaknya berjanji akan terus melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap pergerakan harga beras dan juga akan melakukan hal yang sama kepada harga barang kebutuhan pokok lainnya.
Ferry  menambahkan, berdasarkan data yang ada di Disperindag Jawa Barat tercatat bahwa harga beras jenis IR 64 mengalami kenaikan dari Rp8.000 per kilogramnya menjadi Rp8.500 per kilogram.
Untuk operasi pasar, lanjut Ferry, akan dilakukan jika kenaikan harga beras tersebut dinilai sudah memberatkan masyarakat.
Berdasarkan informasi yang didapat Disperindag, stok beras di Bulog Jabar masih aman hingga Maret 2013. (056)

Rabu, 02 Januari 2013

Amanat, Undang-undang 35 tahun 2009 Wagub Jabar Dede Yusuf Lepas Karyawan BNP Jabar




Masal News.
        Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf Macan Effendi  yang juga Ketua Umum Badan Narkotika (BNP) Jabar  merasa terharu saat memberikan arahan yang sekaligus melepas puluhan karyawan BNP yang telah disalurkan kebeberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Jabar.
        BNP Jabar berdiri tahun 2008 dengan Ketua Umumnya di jabat  oleh Wagub, dan Ketua Pelaksana Harian ( Kalahar) Asisten III Setda Jabar, dibantu 3 orang Kabid dan puluhan Karyawan ( PNS dan Non PNS). Namun karena amanat Undang-Undang No 35 tahun 2009 tentang Badan Narkotika Nasional, maka BNP Jabar akhirnya dibubarkan dan di bentuk BNNP ( Badan Narkotika Nasional Provinsi) yang merupakan kepanjangan tangan BNN.
       Hal ini dikatakan Wakil Gubernur Jabar Dede Yusuf  kepada  wartawan ,  saat melepas dan perpisahan dengan karyawan BNP di kantor BNP Jabar, jalan Cilaki-Bandung, Rabu (2/1/2013).
Dikatakan, sekitar empat tahun BNP Jabar berada dan bekerja, telah berhasil menakan angka peredaran dan penyalahgunaan Narkoba.  Pada tahun 2012, BNP Jabar berhasil menurunkan tingkat peredaran  Narkoba dari peringkat dua (2) Nasional berhasil diturunkan menjadi peringkat enam (6)  nasional.
        Keberhasilan menekan angka peredaran Narkoba di Jabar bukanlah pekerjaan mudah, karyawan BNP Jabar dalam menjalankan tugasnya taruhannya adalah nyawa.  Karena berhadapan dengan para gembong narkoba dan sendikatnya. Tapi karyawan BNP tidak takut  dan terus bekerja berdasarkan Tupoksi, walapun banyak hambatan. Alhamdulillah, sampai saat ini tidak ada satupun karyawan BNP yang menjadi korban, ujarnya.
       Dede mengungkapkan, mulai hari ini 2 Januari 2013 secara resmi BNP Jabar di bubarkan, namun walaupun sudah dibubarkan Pemprov Jabar akan tetap konsisten untuk  terus memerangi peredaran Narkoba di Jawa Barat. Yaitu melalui OPD terkait seperti Disdik, Dinkes, Dinsos, Disorda.
      “Untuk itu, saya berpesan kepada seluruh mantan karyawan BNP,  kendati BNP telah dibubarkan namun semangat perjuangan untuk melawan, menghambat dan mencegah Narkoba harus tetap digelorakan di manapun tempat bekerja yang baru” pesannya.
       Dalam kesempatan tersebut, Dede Yusuf  mengucapkan  banyak terima kasih atas kerjasamanya yang bekerja untuk masyarakat Jabar,  dan memohon maaf bila selama menjadi Ketua Umum BNP ada ke alfa-an dan kekurangan.  
Wagub  menyempatkan waktu berbagi kesan dan pesan kepada seluruh jajaran BNP, mulai dari tingkat office boy, tenaga honorer, satpam, staf PNS hingga pejabat eselon IV, III dan II.
Ridho (Non PNS)  menyampaikan bahwa selama di BNP sangat terkesan dengan semangat kebersamaan dan kekeluargaanya. “Selama di BNP ini, yang saya rasakan adalah kebersamaan dan tidak ada perbedaan antara tenaga PNS dan honorer, semuanya diperlakukan sama.

Gubernur Lantik BWI Jabar WaKaf Harus Didaftarkan ke BPN dan BWI Jabar


               

       
       Masih cukup banyaknya permasalahan Wakaf ditengah masyarakat, maka dengan di dirikannya Badan Wakaf Indonesia (BWI)  Provinsi Jawa Barat diharapkan dapat mengatasi permaslahan wakaf.  Juga sebagai  pengejawantahan yang mewakili negara untuk mengesahkan, mewakili, dan menertibkan wakaf.
Hal ini dikatakan Gubernur Jawa Barat  Ahmad Heryawan saat melantik para pengurus Badan Wakaf Indonesia (BWI) Jabar periode 2012-2015 di aula Barat Gedung sate, Rabu (2/1/2013).
Dengan telah terbentuknya Badan Wakaf, diharapkan permasalahan wakaf dapat di atasi/ Untuk itu  diharapkan para pengurus BWI Jabar, segera melakukan koordinasi dengan BWI Kabupaten/Kota se Jabar.
Menurut Heryawan, masih banyak tanah wakaf yang belum terdaftar di Badan Pertanahan Nasional (BPN). Untuk survei, sebaiknya nanti melibatkan Badan Pusat Statistik (BPS).
Selain itu, sampai saat ini, belum ada data yang valid tentang jumlah wakaf. Untuk itu kita himbau masyarakat agar segera mendaftarkan wakaf ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) di daerah tempat wakaf tersebut berada dan mendafkan juga ke BWI Jabar.  Hal ini demi menghandari permasalahan wakaf dikemudian hari. Heryawan mengatakan, selama ini ada banyak wakaf yang sah secara agama tapi tidak tercatat oleh negara. "Kalau ada sengketa, tidak ada legitimasi," jelasnya.
Soal proses wakaf, yang terbaik adalah dengan mengikrarkannya di KUA, mendaftarkannya ke BPN, kemudian mendaftarkannya ke Badan Wakaf.
Sementara berdasarkan catatan Kantor Kemenag Jabar, wakaf di Jabar tercatat ada di 74.156 lokasi yang total luasnya mencapai 215.312.337 ha. Wakaf itu diperuntukkan untuk tempat ibadah 38.548 lokasi, tempat pendidikan 7.468 lokasi, pondok pesantren 3.634 lokasi, usaha dan jasa 51 lokasi, makam 1.852 lokasi, panti asuhan 105 lokasi, pertanian 1.535 lokasi, dan lain-lain mencapai 21.089 lokasi.


Kamis, 27 Desember 2012

Dede Yusup Jalan Santai di Perayaan HUT Kecamatan Takokak Cianjur



Masal News.
         Wagub Jabar Dede Yusuf Macan Effendy didampingi Bupati Kab Cianjur Tjejep M Soleh dan Ketua DPRD Kab-Cianjur Gatot Subroto, membuka acara jalan santai HUT Kec Takokak di Kp Sukawargi RT 01/02, Desa Pasawah, Kec Takokak. Cianjur.Kedatangan orang nomor dua di jabar ini disambut gembira seluruh masyarakat.
        Mereka begitu antusias mengikuti jalan santai bersama  wagub sepanjang dua kilometer acarapun semakin meriah dengan hiburan dan membagikan hadiah.Saat Wagub berjalan, tiba-tiba ada seorang ibu langsung memeluk Wagub dengan histeris, Ia adalah Ibu Aminah seorang guru di Takokak Katanya pernah ketemu Wagub 30 tahun yang lalu.
"Ini kesempatan yang jarang sekali, saya seperti mimpi bisa lihat langsung. Sudah lama pingin ketemu, uda 30 tahun lalu,"ucap Aminah, seorang guru di Takokak.
       Bahkan, saat Dede menaiki panggung bersama bupati dan ketua DPRD. Ia kembali mengajak ibu Aminah naik ke atas panggung, rupanya ini kado spesial buat bu Aminah karena bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke 60.
"Saya sudah berdoa sama Allah dari waktu pertama ketemu dengannya, Alhamdulillah sekarang bisa ketemu lagi,"kata Aminah, memuji wagub orangnya ganteng dan masih muda.
       Dede Yusuf pun merasa sangat sumringah bisa berada di Kec Takokak."Saya sangat bahagia bisa berjumpa masyarakat di Kec Takokak. Saya dapat pelajaran banyak bisa menyerap aspirasi dan keinginan dari warga"ujar Dede.
        Acara pun semakin meriah, Bupati Kab Cianjur dan Ketua DPRD yang sangat dekat dengan warganya menyumbang lagu. Bahkan mereka sempat menyawer warga sekaligus membagikan hadiah.

Selasa, 25 Desember 2012

RIEKE TINJAU RESAPAN BOPUNCUR



 Masal News.         
           Puncak musim hujan yang sudah mengguyur sejak sepekan terakhir, membuat  rusakya alam di Kawasan Bogor, Puncak,Cianjur (Bopunjur) berdampak pada banjir yang terjadi di Jakarta.Cagub Jabar Rieke Diah Pitaloka, menyoroti serius masalah  tersebut. Saat melihat langsung kawasan  resapan Bopunjur."Penataan kawasan harus tegas, jangan cuma jadi macam kertas," tegas Rieke Diah Pitaloka, Calon Gubernur Jawa Barat, saat berkunjung ke Cianjur, Senin24 Desember2012.
            Ia merasa sedih melihat kondisi hutan di kawasan Cianjur. Banyak kawasan yang sudah beralih fungsi menjadi vila, hotel dan kawasan wisata lain. Ia memepertanyakan kebijakan penataan yangtidak tepat dan tidak tegas.
  "Hujan deras tidak sanggup di serap tanah dan diikat akar pohon. Akibatnya air dalam debit yangbesar langsung mengalir ke banyak sungai. Salah satunya ke Jakarta. Bendungan katu lampah selalumemeberikan rambu, namun banyak sungai lain yang mengalir keJakarta,"tegasnya.
             Ia mengatakan Jakarta sedang berbenah namun itu harus sejalan dengan penataan kawasan Bopuncur. Bila tidak sejalan berbagai pembenahanJakarta tidak akan berpengaruh banyak." Jakarta lebih rendah dan posisi tanahnya selalu menurun tiap tahun. Setiap musim hujan air pasti akan terus turun dan tidak    tertampung.EkosistemBopunjurharusminimalharusdijaga.Kalobisadikebalikan,"jelasnya.
              Rieke berharap kawasan taman nasional gunung gede pangrango (TNGP) sebagai benteng alam."TNGP selain sumber kehidupan karena jutaan liter air mengalir dari kawasan ini untuk kehidupan jutaan masyarakatdi Cianjur, Bogor, Sukabumi dan sebagainya. TNGP juga benteng alamyang bisa menyerap jutaan liyer air hujang sehingga mengurangibencana. Kita harus jaga dan selamatkan kawasan ini,"paparnya.
               Ia meminta dalam menyelamtkan wilayag TNGP dan Bopuncur pemerintah berkordinasi dengan baik."Saat ini keliatnnya kebijakan yang dilakukan hanya sporadis. Tiap kota, kabupaten, provinsi hingga pusat jalan sendiri sendiri. Ini yang membuat kawasan ini tidak selesai-selesai. Yang paling parah kawasan Bopuncur selalu disalahkan kaloJakarta Banjir,"Pungkasnya.