Selasa, 25 Desember 2012

RIEKE TINJAU RESAPAN BOPUNCUR



 Masal News.         
           Puncak musim hujan yang sudah mengguyur sejak sepekan terakhir, membuat  rusakya alam di Kawasan Bogor, Puncak,Cianjur (Bopunjur) berdampak pada banjir yang terjadi di Jakarta.Cagub Jabar Rieke Diah Pitaloka, menyoroti serius masalah  tersebut. Saat melihat langsung kawasan  resapan Bopunjur."Penataan kawasan harus tegas, jangan cuma jadi macam kertas," tegas Rieke Diah Pitaloka, Calon Gubernur Jawa Barat, saat berkunjung ke Cianjur, Senin24 Desember2012.
            Ia merasa sedih melihat kondisi hutan di kawasan Cianjur. Banyak kawasan yang sudah beralih fungsi menjadi vila, hotel dan kawasan wisata lain. Ia memepertanyakan kebijakan penataan yangtidak tepat dan tidak tegas.
  "Hujan deras tidak sanggup di serap tanah dan diikat akar pohon. Akibatnya air dalam debit yangbesar langsung mengalir ke banyak sungai. Salah satunya ke Jakarta. Bendungan katu lampah selalumemeberikan rambu, namun banyak sungai lain yang mengalir keJakarta,"tegasnya.
             Ia mengatakan Jakarta sedang berbenah namun itu harus sejalan dengan penataan kawasan Bopuncur. Bila tidak sejalan berbagai pembenahanJakarta tidak akan berpengaruh banyak." Jakarta lebih rendah dan posisi tanahnya selalu menurun tiap tahun. Setiap musim hujan air pasti akan terus turun dan tidak    tertampung.EkosistemBopunjurharusminimalharusdijaga.Kalobisadikebalikan,"jelasnya.
              Rieke berharap kawasan taman nasional gunung gede pangrango (TNGP) sebagai benteng alam."TNGP selain sumber kehidupan karena jutaan liter air mengalir dari kawasan ini untuk kehidupan jutaan masyarakatdi Cianjur, Bogor, Sukabumi dan sebagainya. TNGP juga benteng alamyang bisa menyerap jutaan liyer air hujang sehingga mengurangibencana. Kita harus jaga dan selamatkan kawasan ini,"paparnya.
               Ia meminta dalam menyelamtkan wilayag TNGP dan Bopuncur pemerintah berkordinasi dengan baik."Saat ini keliatnnya kebijakan yang dilakukan hanya sporadis. Tiap kota, kabupaten, provinsi hingga pusat jalan sendiri sendiri. Ini yang membuat kawasan ini tidak selesai-selesai. Yang paling parah kawasan Bopuncur selalu disalahkan kaloJakarta Banjir,"Pungkasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar