Kamis, 07 Maret 2013

Aher Ingatkan: Banjir Jakarta Fokus Hulu ke Hilir




Bandung –Masal News.  Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menegaskan kepada Pemerintah Pusat agar proyek pencegahan banjir Jakarta tidak fokus di hilir (Jakarta dan sekitarnya). Namun, persoalan di bagian hulu juga penting mendapat perhatian intensif seperti halnya hilir.

Penegasan itu dikemukakan Gubernur Heryawan saat ditanya wartawan di Gedung Sate, Bandung, pada Kamis (7/3). Sehari sebelumnya, mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) yang dipimpin Menko Perekonomian Hatta Rajasa di Jakarta.

Rakor membahas proyek pembangunan tanggul raksasa atau giant sea wall di pantai utara (pantura) Jakarta-Tangerang-Bekasi sepanjang hampir 60 km. Tanggul raksasa ini bagian program Jakarta Coastal Defence Strategy (JCDS) yang direncanakan pembangunannya bulan 2014, enam tahun lebih awal.

Dirinya mengungkapkan, Pemprov Jabar dalam rakor menggarisbawahi bahwa pencegahan banjir rutin di Ibukota tak cukup melalui pendekatan struktur atau pembangunan fisik. Persoalan nonstruktur, tandas Gubernur, khususnya penyehatan kawasan hutan dan lingkungan sepanjang daerah aliran sungai (DAS) di Jabar, tak kalah penting dibanding proyek fisik di Jakarta dan sekitarnya.

"Usulan utama Jabar dalam rangka penanganan banjir di Jakarta adalah bagaimana kita memperbaiki nonstrukturnya. Hutan di hilir diperbaiki. (Proyek di hilir) tidak ada gunanya kalau hulu ditinggalkan," papar Heryawan, mengulang penegasannya saat mengikuti rakor.

Melalui penyehatan kawasan hulu di Jabar, menurut Aher lagi, air tidak menuju ke wilayah Jakarta dan sekitarnya sebagai bah. Dengan melakukan konservasi, pembuatan kolam retensi, dan danau buatan akan menahan air pada musim hujan.

Konsekuensinya, masih menurut Heryawan, Pemerintah Pusat yang memimpin proyek pencegahan banjir Ibukota tersebut perlu menggelontorkan anggaran yang seimbang antara proyek struktur dan nonstruktur.

"Seringkali anggaran itu cukup untuk proyek struktur, tapi nonstruktur untuk pembenahan dihilir diberi dalam besaran yang tidak memadai. Tidak heran bila upaya penanganan banjir Jakarta selama ini kurang membuahkan hasil," papar Gubernur Heryawan. 

Menko Perekonomian Hatta Rajasa dalam rakor menyebutkan, program mega proyek JCDS yang digagas Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo telah menelan APBN sebesar Rp 280 triliun. Hatta memastikan jumlah itu akan ditingkatkan pada 2014.(Rony)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar