Selasa, 24 Juni 2014

KKN Tematik, Untuk Melihat Potret & Potensi Masyarakat





BANDUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta se-Jawa Barat menggelar program KKN Tematik untuk para mahasiswa. Bertempat di Aula Pusdai, Jl. Diponegoro 63, Bandung, Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan mencanangkan dan melepas langsung para mahasiswa peserta program tersebut pada Senin (23/6).

Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik merupakan kerjasama Pemprov Jawa Barat bersama 51 Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta se-Jawa Barat, yang diikuti oleh 3000 mahasiswa/i. Tujuan diadakannya program ini adalah untuk membangun komitmen langkah dan cita-cita bagi terwujudnya Jawa Barat yang lebih baik dan sejahtera untuk semua. Hal ini sesuai dengan moto “Jabar Ngahiji, Jabar Kahiji”.

KKN Tematik adalah program untuk melihat potret dan potensi masyarakat yang ada di Jawa Barat. Nantinya, para mahasiswa akan melakukan studi dan kerja yang bertema sesuai dengan potensi yang ada di daerah di mana mereka KKN. Gubernur berharap dengan adanya program ini, akan dapat meningkatkan sumber daya manusia Jawa Barat yang baik dan mampu mengolah sumber daya alam yang Indonesia miliki. Untuk itu, manusia Indonesia dapat bersaing di kancah internasional dengan melihat potensi yang ada. “Dengan SDM berkualitas, kita mampu megolah SDA yang melimpah untuk kemakmuran dan kesejatreraan kita semua”, jelas Heryawan.

Gubernur berpesan bahwa dirinya ingin mahasiswa menjadi manusia unggul dan mandiri, serta menjadikan kampus sebagai tempat belajar dan pintu masuk menuju kesuksesan dan kemajuan. Lebih lanjut Gubernur menjelaskan bahwa keunggulan dan kemandirian itu dapat terwujud melalui jiwa entrepreneur atau kewirausahaan, sehingga mahasiswa tidak tergantung pada perusahaan alias menjadi pegawai saja, namun dapat menciptakan lapangan kerja sendiri atau menjadi pengusaha.

Selain itu, para mahasiswa diharapkan fokus belajar pada bidang ilmu yang diambil ketika kuliah. Namun, ketika masuk ke dunia kerja mereka tidak terpaku pada bidang ilmu yang diambilnya. “Jadikanlah jurusan yang diambil ketika kuliah sebagai pintu pembuka untuk rejeki dan kesuksesan. Mahasiswa harus menjadi job creator bukan job seeker”, kata Heryawan.


DWP Prov Jabar Bantu Sosialisasikan Pendidikan Menengah Universal




 BANDUNG -- Sebagai organisasi dari istri pegawai negeri sipil (PNS), Dharma Wanita Persatuan (DWP) memiliki kekuatan tersendiri dalam turut serta pada pembangunan bangsa yang bersinergi dengan program pemerintah. Atas dasar inilah DWP Provinsi Jawa Barat mengikuti Sosialisasi Pendidikan Menengah Universal (PMU) di Aula Gedung KORPRI Prov. Jabar Bandung, Senin (23/6). 

 Penasehat DWP Prov. Jabar Netty Heryawan menyebutkan Pendidikan Menengah Universial (PMU) merupakan program pendidikan yang memberikan layanan seluas-luasnya kepada seluruh warga negara untuk mengikuti pendidikan menengah bermutu. 
 "Dimaksudkan untuk mendorong agar seluruh lulusan SMP dapat menempuh pendidikan ke jenjang pendidikan sekolah menengah atas," tuturnya.

 Sosialisasi ini ditujukan kepada seluruh anggota dan pengurus DWP di tingkat provinsi maupun Kab/Kota seJawa Barat. Dilakukan dalam rangka menyebarluaskan bahwa pemerintah memiliki komitmen yang besar untuk meningkatkan sumber daya manusia.
 "Pendidikan tentunya memiliki kedudukan yang sangat penting dari segala aspek baik aspek agama dan aspek lingkungan," lanjut Netty.

Ketua DWP Prov. Jabar Erti Wawan Ridwan mengatakan bahwa DWP memiliki kekuatan tersendiri, turut serta dalam pembangunan bangsa yang bersinergi dengan program pemerintah.
 "Keikutsertaan anggota dan pengurus DWP dalam sosialisasi ini untuk mendukung pendidikan wajib belajar 12 tahun sehingga anak bangsa dapat cerdas komprehensif dan kompetitif," tegasnya.

Sosialisasi dihadiri oleh Kasi Pendidikan Dinas Pendidikan Prov. Jawa Barat, ketua Dharma Wanita Perempuan (DWP) Prov. Jawa Barat Erti Wawan Ridwan, Sekretaris Korpri Ikeu Dewi Sartika, pengurus DWP Prov. Jawa Barat dan Wakil Kepala Sekolah SMAN 12 Bandung.***



Gubernur Jabar Canangkan Citarum Bestari 2014



BANDUNG – Upaya pelestarian, perbaikan, dan pembudidayaan sungai Citarum terus dilakukan oleh pemerintah provinsi Jawa Barat. Pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tingkat Provinsi Jawa Barat, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mencanangkan program Citarum Bersih, Sehat dan Lestari atau Bestari 2014 di Desa Majasetra, Majalaya, Kabupaten Bandung, Minggu (22/6).

Acara yang dihadiri beberapa perwakilan Kementerian, diantaranya: perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Pertanian, Kementerian Kehutanan, dan Kementerian Pekerjaan Umum serta Wakil Bupati Bandung dan Wakil Bupati Subang ini-juga dihadiri oleh 1200 relawan dan kader lingkungan yang berasal dari masyarakat di sekitar aliran sungai Citarum. 

Ada pula perwakilan 56 desa Eco Village atau desa aksi ramah lingkungan yang berbudaya. Pembentukan desa Eco Village ini bertujuan untuk menumbuhkan komitmen dari masyarakat sebagai upaya untuk perbaikan, pelestarian, dan pembudidayaan Citarum yang merupakan bagian dari rencana aksi ke-56 desa tersebut.

Dalam acara ini, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) mengetuk pentungan bersama masyarakat yang hadir sebagai tanda pencanangan Citarum Bestari 2014. 
“Marilah mulai hari ini, kita tanamkan; berjanji kepada manusia, berjanji kepada alam semesta, berjanji kepada Allah SWT untuk tidak mengotori air lagi termasuk air Citarum”, ajak Aher kepada masyarakat.

Pemprov Jawa Barat menargetkan perbaikan Citarum selama 4 tahun ke depan. Gubernur mengungkapkan dari panjang 126 km Citarum, 77 km dari hulu hingga Saguling merupakan daerah aliran sungai terkotor. Secara bertahap, setiap tahunnya aliran sungai sepanjang 20 km akan direvitalisasi. 

Selain penanggulan dan pengerukan, pemerintah akan melakukan revitalisasi melalui perbaikan kandang sapi dan toilet yang menggunakan teknologi pengolahan limbah, sehingga air limbah yang mengalir ke Citarum bukan limbah kotor.

Dana sebesar Rp 60 milyar digunakan untuk revitalisasi sungai Citarum setiap tahunnya. Namun, Gubernur mengatakan perbaikan Citarum membutuhkan dana sekitar Rp 120 milyar per tahunnya. Untuk itu, Aher juga instruksikan Sekda Jawa Barat untuk menambah dana Rp 60 milyar untuk perbaikan Ciatrum secara menyeluruh.

Dalam acara ini digelar stand pameran bertema pelestarian lingkungan hidup oleh beberapa instansi pemerintahan yang ada di lingkungan pemprov Jawa Barat. Kegiatan ini dimeriahkan pula dengan hiburan rakyat, diantaranya: atraksi Pencak Silat, pertunjukkan perkusi, dan fashion show pakaian dan aksesoris unik yang terbuat dari bahan daur ulang sampah plastik.***

Aher : Pasokan Pangan Aman, Warga Jangan Panik



CIANJUR, SUKABUMI- Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan melakukan blusukan ke pasar tradisional di Cianjur dan Sukabumi dalam rangka pemantauan harga kebutuhan pokok menjelang Bulan Suci Ramadhan.

Menurut Aher, pasokan komoditas di Jawa Barat tersedia dengan baik. Begitu pun harga kebutuhan pokok masih cenderung stabil dan terkendali. Untuk itu, Aher menghimbau agar warga tidak perlu panik terhadap persediaan komoditi kebutuhan pokok selama Bulan Ramadhan.

 ”Masyarakat jangan panik, Insya Allah stok logistik kita, atau stok sembako kita, stok sayuran, dan stok-stok lainnya, atau stok bahan pangan kita itu aman, gak ada masalah apa-apa. Daging sapi juga masih seperti dulu, tidak ada kenaikan, telur bahkan ada kecenderungan turun, ada kenaikan tadi hanya di ayam potong,” tutur Aher.

 Aher juga berharap volume pasokan komoditi akan ditambah berdasarkan tingginya permintaan pasar namun tanpa menaikkan harganya. Sehingga pedagang akan mendapat keuntungan dari bertambahnya pasokan dan bukan melalui kenaikan harga.

 Aher memastikan pasokan komoditi aman hingga Hari Raya Idul Fitri. Selain itu, walaupun ada presentase kenaikan harga masih di batas wajar dan di bawah kendali pemerintah.

Turut mendampingi, Bupati Cianjur, Tjetjep Muchtar Soleh,  Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian,  Ferry Sofwan Arief, Walikota Sukabumi, Mohamad Muraz, dan Ketua DPRD Provindi Jawa Barat, Irfan Suryanagara. ***


Pemprov Akan Telusuri Naiknya Harga Daging Ayam





SUKABUMI -- Menjelang Bulan Suci Ramadhan harga kebutuhan pokok di Jawa Barat masih cenderung stabil. Kenaikan harga yang signifikan hanya terjadi pada komoditas daging ayam yang semula Rp. 20.000,-/kg menjadi Rp. 32.000,-/kg.

Menindak hal tersebut, Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan menekankan bahwa pemerintah provinsi akan menelusuri penyebab naiknya harga daging ayam dan memastikan pasokan serta harga akan kembali stabil.

”Nanti kita lihat, mudah-mudahan persoalannya itu persoalan distribusi, persoalan transportasi, bukan persoalan suplai. Kalau suplai kan berarti barang kurang, kalau barangnya banyak, cukup berarti ga masalah, masalahnya bukan disitu, tapi di distribusi, kelancaran transportasi, atau mungkin juga kita khawatir ada penimbunan, kemudian akan kita telusuri siapa yang menimbun dan lain sebagainya. Insya allah harga-harga akan kita pantau supaya stabil,” papar Aher.

Aher juga mengatakan, memang ada kesepakatan antara Menteri Pertanian dan Menteri Perdagangan mengenai pembatasan harga maksimal anak ayam umur sehari atau day old chick sehingga menyebabkan naiknya harga daging ayam.

Untuk itu, pihak Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan mengajukan surat permohonan pelepasan harga day old chick supaya harga tidak dibatasi namun tetap diawasi kestabilan antara pasokan dan permintaan pasar.