Rabu, 23 Agustus 2017

Akhir Pekan Ini Ada Karnaval Kemerdekaan di Bandung

BANDUNG - Sebagai puncak perayaan hari Kemerdekaan ke-72 RI secara nasional akan digelar Karnaval Kemerdekaan pada Sabtu, 26 Agustus 2017 di Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Karnaval ini akan menghadirkan berbagai macam kreasi seni dan budaya khas dari seluruh Provinsi di Indonesia juga kabupaten/kota di Jawa Barat.

Presiden RI Joko Widodo dijadwalkan akan menyaksikan dan terlibat langsung dalam Karnaval Kemerdekaan ini. Karnaval akan menempuh jarak 2,2 km lebih, mulai dari Gedung Sate (Lapangan Gasibu) melalui Jalan Dago dan berakhir di Alun-Alun Kota Bandung. Namun, sebelumnya peserta karnaval akan melewati panggung di Taman Vanda (Balaikota Bandung) dimana Presiden Jokowi akan menyaksikan hingga akhir iring-iringan karnaval.

Karnaval tahun ini merupakan gelaran ketiga kalinya, setelah sebelumnya pernah digelar di Pontianak dengan tema Festival Air dan kedua di Danau Toba dengan tema Festival Danau Toba. Usai rapat persiapan terkait penyelenggaraan karnaval tersebut, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) mengungkapkan bahwa pihaknya siap untuk menggelar karnaval tersebut. Belajar dari penyelenggran PON 2016 lalu, meskipun waktu persiapan sedikit dia yakin karnaval akan berlangsung sukses dan meriah.

“Tadi saya bersuara dengan Pak Teten (Kepala Staf Kepresidenan), meski waktunya sangat mepet, tapi di Jawa Barat ada legenda Sangkuriang kan. Insya Allah dengan legenda tersebut kita akan maju dan semangat untuk menampilkan yang terbaik," ujar Aher saat ditemui usai rapat di Gedung Sate, Jl. Diponegoro No. 22, Kota Bandung, Senin (21/8/17).

Opening dan Closing Ceremony PON 2016 Jabar banyak melibatkan seniman nasional asal Jawa Barat dengan produk seni dan budaya khas Tanah Parahyangan. "Nah, dengan semangat Sangkuriang, dengan semangat kesuksesan pada pembukaan PON. Kita akan kembali menyukseskan pada Karnaval Kemerdekaan ini dengan sebaik-baiknya. Dan mudah-mudahan ini menjadi karnaval yang lebih meriah dibanding dua karnaval sebelumnya. Tentu kan ini yang ketiga harus lebih dari yang kesatu dan yang kedua," harap Aher.

"Tentu saja keanekaragaman budaya yang ada di Jawa Barat. Gudangnya seniman ada di Jawa Barat, wajar kalau kita ingin menampilkan yang terbaik dari Jawa Barat," lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Staf Kepresidenan RI Teten Masduki berharap karnaval ini bisa menjadi daya tari bagi masyarakat atau wisatawan dari negeri bahkan luar negeri. Terlebih gelaran tahun digelar di Jawa Barat, tempat dimana banyak melahirkan seniman dan komunitas-komunitas unik dan menarik.

"Mudah-mudahan ini menjadi karnaval yang paling menarik dari seluruh karnaval 17 Agustus, karena di Bandung banyak sekali kelompok-kelompok kreatif, Jawa Barat juga," kata Kepala Staf Kepresidenan RI Teten Masduki usai rapat persiapan karnaval bersama Gubernur Jawa Barat, Kapolda Jawa Barat, serta Walikota Bandung.

Lebih lanjut, Teten juga menjelaskan bahwa ada makna yang ingin disampaikan melalui karnaval ini. Seperti pada perayaan HUT Kemerdekaan RI di Istana Merdeka, 17 Agustus 2017 lalu, karnaval ini ingin membawa pesan keberagaman dan kerja bersama.

"Saya kira pesan yang ingin disampaikan keberagaman dan kerja bersama. Karena memang Indonesia memiliki banyak potensi luar biasa, yang di luar kita dipandang akan menjadi salah satu negara di Asia yang menjadi penggerak perubahan ekonomi, dan lain sebagainya. Saya kira jangan sia-siakan potensi ini dan mari kita bekerja bersama," ajak Teten.

Teten mengaku dari segi teknis dan konten karnaval akan sangat kaya. Untuk itu, pihaknya telah menunjuk Aat Suratin, Seniman asal Jawa Barat sebagai Art Director. Menurut Teten karnaval ini bisa jadi branch mark karnaval di Indonesia. Apabila karnaval seperti ini terus-menerus dilakukan, bisa menjadi salah satu produk untuk menarik wisatawan. Seperti Jember Fashion Karnaval yang sudah lima belas tahun digelar dan sekarang sudah menjadi ajang kepariwisataan Indonesia di bidang festival.

"Jawa Barat menurut kami termasuk yang memiliki unggulan dalam banyak hal, banyak kelompok kreatif, seni, dan lain sebagainya di Jawa Barat," pungkas Teten.

Karnaval ini akan melibatkan setidaknya 43 kontingen dari berbagai unsur lintas budaya, komunitas, provinsi, kabupaten dan kota, diantaranya: Drumband Changka Panorama Secapa TNI AD, Anggota Pramuka Pembawa Bendera Merah Putih, Paskibraka pembawa bendera negara peserta Konferensi Asia Afrika, Jember Fashion Carnival, Barisan 50 pemuda dan pemudi berkostum Harmoni Nusantara, pemain Enggrang Jack Obin, rombongan Atlet Senam Indah Kota Bandung, Mojang Lenjang dan Jajaka  Gandang Priangan, rombongan Rebana Pondok Pesantren Nurul Imam, Kudu Renggong Sumedang, barisan Jaringan Kerja Sama antar-Umat Beragama (Jaka Tarub), Kerja sama Masyarakat Adat Jawa Barat, Komunitas Cosplay Bandung, serta partisipasi siswa Bandung International School (BIS) berpakaian negara masing-masing.

Walikota Bandung Ridwan Kamil juga mendukung penuh Festival yang disebutnya sebagai Karnaval Kebangsaan dengan tema Pesona Parahyangan ini. Untuk lancarnya acara tersebut, pria yang biasa disapa Kang Emil ini meminta agar masyarakat khusunya warga Kota Bandung bisa menyesuaikan aktifitasnya pada Sabtu akhir pekan ini. Karnaval akan dimulai pada pukul 08.00 WIB hingga siang hari.

“Mohon (warga) menyesuaikan aktivitas dan kendaraan dijalur yang dilalui. Presiden akan berhenti di panggung Taman Vanda untuk sisanya akan melanjutkan sampai alun-alun," ucap Emil.

“Insya Allah kita dukung all out, karena ini merupakan suatu kehormatan dipilih daerah ketiga. Kita akan pastikan lancar, spektakuler, istimewa, dan pesannya sampai kepada masyarakat Indonesia," pungkasnya.(***)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar