Kamis, 29 November 2012

Gubernur Jabar Tebar Iklan Pribadi di OPD




Masal News.com.
           Jelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilkada)Prov. Jabar yang semakin memanas dan  menggairahkan. Beberapa pasangan bakal calon mulai  melakukan aksi merebut hati rakyat.
Hal itu seperti dilakukan pasangan calon incumbent, Ahmad Heryawan dan Deddy Mizwar. Pasangan ini seperti tidak mau menyia-nyiakan kesempatan. Berbekal kedekatannya dengan beberapa media nasional, pasangan balon ini mulai sering muncul terutama di layar kaca.
       Beragam isu mereka angkat dengan berbagai kemasan. Mulai dari masalah penghargaan dan prestasi gubernur, hingga masalah kemajuan pembangunan Jawa Barat. Pendeknya setiap kesempatan, akan mereka kemas untuk bersosialisasi.
Maraknya iklan keberhasilan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan di beberapa Media Massa baik dicetak maupun elektronik , kini terus mendapat  sorotan dari beberapa kalangan masyarakat  dan Dewan.
       Iklan  tersebut lebih menonjolkan  keberhasilan  Gubernur Ahmad Heryawan bukan keberhasilan Pemerintahan Provinsi Jawa Barat.  Seharusnya, iklan tersebut harus memasang atau menampilkan juga sosok Wakil Gubenur Dede Yusuf .  Karena Ahmad Heryawan dan Dede Yusuf  ( HADE-red) sampai saat ini masih menjabat sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur yang bertanggung jawab dalam menjalan roda pemerintahan provinsi Jawa  Barat.
Selain itu, skenario unjuk kekuatan juga diterapkan incumbent dengan melibatkan beberapa OPD. Selain untuk menunjukkan kesolidan birokrasi Jawa Barat kepada public, juga bertujuan manarik dukungan berkedok prestasi pemerintah. Jika melibatkan OPD, maka gampang bagi incumben untuk mengemas berbagai program pembangunan sebagai alat menaikkan citra di masyarakat. Maka tidak heran, sejak kepemimpinan Ahmad Heryawan, sebagian besar OPD pernah menggelar kegiatan yang bersipat pameran. Bahkan ada OPD yang hobby menggelar pameran, sehingga selama satu periode Gubernur Ahmad Heryawan, rasanya marak dengan kegiatan seremonial pameran.

        Hal ini ditegaskan anggota Komisi A DPRD Jabar, Deden Darmansyah kepada wartawan saat ditemui usai sidang paripurna tentang 12 Raperda dan penbentukan Pansus Pembahasan 12 Raperda, Senin (26/11/2012.
Dikatakan, iklan Gubernur lebih menonjolkan keberhasilan pribadi bukan keberhasilan Pemprov Jabar. Kan dalam PP No 58 tahun 2005, disebutkan bahwa pemerintah daerah di tingkat provinsi itu terdiri dari Gubernur, Wakil  Gubernur dan Sekretaris Daerah selaku koordinator Pejabat Pengelola Keuangan Daerah dan PNS golongan tertinggi di lingkungan Setda.
Untuk itu, seharusnya iklan tersebut harus dibuat bergantian antara Gubernur, Wagub dan Sekda. Hal ini agar tidak menimbulkan pertanyaan masyarakat bahwa iklan Gubernur sengaja dibuat hanya untuk menjelang Pilgub dan untuk memperkenalkan diri agar lebih dikenal dan mendapatkan dukungan dari masyarakat.
Soal anggran iklan, Deden mengatakan secara pasti nominalnya berapa, saya kurang paham karena itu adanya di Biro Humas, Protokol dan Umum  (HPU). Tapi bisa jadi dana iklan sosialisasi Gubernur sengaja diselipkan di setiap OPD. Yang jadi persoalannya, apakah dana sosilaisasi tersebut teranggarkan atau tidak. Kalu tidak, tentu bisa jadi bahan temuan BPK. Hal ini karena lumayan besar iklan di media elektronik, apalagi ditayangkan di beberapa Televisi swasta Nasional, ujarnya.(Rony)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar